PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung memberi ruang pertunjukan bagi musisi muda melalui Konser Merah Putih 2026 Swara Merdeka.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menghadiri konser tersebut di Plaza Balai Kota Bandung 18/8/2026.
Farhan mengatakan Bandung memiliki sejarah panjang sebagai tempat lahirnya musisi dan seniman yang dikenal hingga tingkat dunia.
Menurutnya, kekuatan musik Bandung tidak hanya berasal dari musisi senior, tetapi terus tumbuh melalui talenta muda.
“Setiap tanggal 18 Agustus sejak tahun lalu kami punya komitmen untuk memberikan panggung besar kelas dunia untuk para musisi-musisi muda, musisi-musisi yang konsisten berkarya dan berkarier di dunia musik di Kota Bandung,” kata Farhan.
Ia menilai kualitas musisi muda Bandung tidak kalah dibandingkan talenta yang lebih dahulu dikenal masyarakat luas.
Pemkot Bandung menghadirkan ruang pertunjukan sebagai wadah ekspresi sekaligus apresiasi bagi musisi yang konsisten berkarya.
“Kota lain boleh menyebut dirinya kota musik, tapi Kota Bandung adalah kota para musisi,” ujarnya.
Farhan menyebut Bandung telah melahirkan musisi lintas generasi seperti Titiek Puspa, Darol Iskandar, Bimbo, Purwacaraka, Titi DJ, Elfa Secioria, dan Dwiki Dharmawan.
Ekosistem musik Bandung juga didorong berkembang melalui ruang eksplorasi untuk melahirkan karya musik kontemporer yang inovatif.
“Saatnya memang Kota Bandung sebagai kota tempat suburnya ide-ide musik masa kini dan masa depan,” jelasnya.
Konser Merah Putih menghadirkan Bandung Jazz Orkestra, marching band gabungan Nawala Pos, Gita Pakuan, Lokomotif, Ale Aulia, dan Kiki Julia.
Penampil lainnya yakni Lia Amalia, Rosemary Jane, Salam Ander Voice, Tiara Efendi, Fico dan Jauhari, serta Harmonia Abdi Negara Bandung.
Farhan mengapresiasi para musisi dan pengisi acara yang turut memeriahkan perayaan kemerdekaan melalui pertunjukan musik.
Menurutnya, keberagaman penampil tersebut menunjukkan Bandung terus memiliki talenta musik yang aktif berkarya dan membutuhkan ruang apresiasi.
Selain pertunjukan, Farhan mengajak masyarakat menggelorakan semangat kemerdekaan melalui pesan perjuangan yang terus relevan.
“Ada satu maklumat yang diusulkan oleh Otto Iskandar Dinata di parlemen Indonesia waktu itu, agar setiap salam di bumi Indonesia ini berawal dan berakhir dengan kata merdeka,” tuturnya.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)