GPR Widget

Kebersihan Situ Bagendit, Disparbud Garut Libatkan Petugas Kebersihan sampai Pelaku Usaha

Diterbitkan

Selasa, 20 September 2022

Penulis

(Diskominfo Garut/Fauziah Ismi)

|

(Diskominfo Garut/Fauziah Ismi)

116 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Kabupaten Garut saat ini memiliki salah satu destinasi wisata yang digadang-gadang akabln destinasi wisata berkelas dunia, tempat wisata tersebut adalah Situ Bagendit, berlokasi di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Guna menunjang keamanan dan kenyamanan para pengunjung, Situ Bagendit kini mulai ditata, termasuk kondisi area ini ditata rapih dan bersih.

Seiring hal itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut memberdayakan petugas kebersihan hingga melakukan gotong-royong bersama pelaku usaha untuk membersihkan area Situ Bagendit.

Hal ini, disampaikan langsung oleh Sekretaris Disparbud Garut, Mamun, di Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut (15/9/2022).

"Ada petugas khusus, petugas kebersihan yang bertugas untuk melaksanakan kebersihan, baik di plaza, di taman, ataupun di toilet dan fasilitas umum lainnya, kemudian selain itu juga kita memberdayakan para pelaku usaha agar mereka pun melaksanakan kegiatan kebersihan," ujar Mamun.

Pihaknya berupaya menyediakan banyak tempat sampah, dan Tempat Penampungan Sementara Sampah  (TPS), guna meminimalisisasi berserakannya sampah di area Situ Bagendit.

"Kemudian dari TPS (atau) tempat penyimpanan sampah sementara diangkut oleh mobil angkutan sampah ke TPA, kita kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup seperti itu," paparnya.

Mamun mengatakan, pembersihan yang dilakukan oleh pihaknya, tidak hanya berfokus di area darat saja, melainkan meliputi pembersihan di area situ.

Sama halnya dengan pembersihan di area darat, pembersihan situ juga, imbuh Mamun, memberdayakan para pelaku usaha wisata air untuk melakukan pembersihan satu minggu sekali tepatnya setiap hari Jum'at.

"Selain itu juga kami juga menyiapkan petugas khusus gitukan petugas khusus meskipun tidak tiap hari gitukan seperti itu dalam selama satu minggu ada juga petugas khusus yang disiapkan oleh kita untuk melaksanakan kebersihan," imbuh Mamun.

Ia mengatakan jika ada 3 sumber sampah di area situ, yang pertama sampah dari wisatawan yang belum sadar dan membuang sampah ke area situ, kemudian sampah yang dibawa dari sungai, serta terakhir sampah daru situ itu sendiri.

"Kemudian yang ketiga sampah bawaan situ itu sendiri gitukan, eceng gondok (dan) teratai ketika pertumbuhannya itu banyak sekali berarti menjadi sampah dari sudut pandang pariwisata, itu juga harus kita bersihkan," katanya.

Selain mengerahkan petugas kebersihan hingga memberdayakan pelaku usaha, Sekdiparbud Garut juga selalu memberikan informasi terkait himbauan-himabauan, termasuk himbauan untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sementara itu,Camat Banyuresmi, Eti Nurhayati, berharap timbul rasa memiliki, menjaga, dan memelihara, dari pengelola ataupun pelaku usaha, sebagai wujud dari pemberdayaan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata Situ Bagendit.

"Dalam artian kita harus fokus untuk menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan lingkungan untuk menjaga nama baik Situ Bagendit, agar menjadi favorit bagi semua wisatawan-wisatawan yang akan datang ke Situ Bagendit, sehingga mereka bisa merasa nyaman, aman, dan bisa betah di Situ Bagendit," harapnya.

Ia juga menuturkan harapan Situ Bagendit sebagai wisata kelas dunia bisa terwujud, terlebih nantinya sebagai wisata kelas dunia, Situ Bagendit akan memiliki enam zona.

"Dan untuk pihak-pihak yang terkait mudah-mudahan sabar dalam rangka melaksanakan proses, karena ini prosesnya tidak semudah membalikan telapak tangan, jadi memerlukan waktu yang sangat panjang, yang sangat lama, dan ada alot-alotnya gitunya, karena mungkin banyak masukan dan kritikan yang harus dipecahkan kita bersama," jelasnya.

Editor: admin

Berita Terkait