GPR Widget

Pemdakab Garut Launching 3 Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

Diterbitkan

Senin, 12 September 2022

Penulis

Rilis Humas Pemdakab Garut

|

Rilis Humas Pemdakab Garut

154 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut melaunching program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Garut Tahun 2022 yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda), Kabupaten Garut, Senin (12/9/2022).

Launching Program TPAKD Kabupaten Garut ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Garut Rudy Gunawan, kegiatan ini bersamaan dengan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-39 Tingkat Kabupaten Garut.

Pemdakab Garut sendiri kini mencanangkan Tiga program TPAKD Kabupaten Garut, yaitu Simpanan Pelajar (Simpel) – Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar), Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), dan program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Simpel - Kejar merupakan bentuk Aksi Pelajar Indonesia Menabung. Program ini menjadi salah satu media edukasi bagi para pelajar untuk mulai mengenal konsep menabung sejak dini. Program Simpel - Kejar ini memiliki target di tahun 2022 sebanyak 7.800 tabungan.

Sedangkan Program AUTP yaitu Asuransi yang memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman risiko gagal panen sebagai akibat dari risiko banjir, kekeringan, serangan penyakit dan organisme pengganggu tanaman. Dengan target penerbitan tahun 2022 sebanyak 1.000 polis.

Program lainnya, yaitu Program AUTS adalah Asuransi untuk melindungi peternak dari risiko/ kerugian karena kematian. Dengan target penerbitan AUTS di tahun 2022 sebanyak 650 polis.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy menyampaikan, dengan adanya program Simpel - Kejar ini, anak-anak di Kabupaten Garut diberikan akses menabung dengan mudah, sehingga nantinya anak-anak bisa mempunyai pengalaman investasi sejak dini.

“Tentu kita juga berharap dengan adanya launching dalam rangka peningkatan akses keuangan daerah, anak-anak bisa menabung, adanya dana yang dikelola oleh perbankan yang dipinjamkan lagi ke masyarakat untuk dilakukan pergerakan ekonomi,” katanya.

Rudy juga meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Garut Nurdin Yana untuk mengkaji terkait pemberian dana Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk 10 ribu anak di Kabupaten Garut, sebagai salah satu langkah awal dalam program Simpel - Kejar.

“Tadi katanya (ditanya) mau nabung, (anak-anak bilang) mau. Nah jadi kalau kita kasih 100 ribu dulu, tentu ketentuan yang berlaku akan kita kaji. Supaya nanti kita memberikan akses anak-anak itu bisa nabung. Kalau 50 ribuan berarti 20 ribu orang (dengan dana) 1 Miliar,” katanya.

Terkait AUTP dan AUTS, Rudy menyampaikan, percepatan keuangan dan akses daerah ini menjadi bagian yang penting yang harus didukung. Ia menyebutkan, peningkatan akses keuangan daerah ini salah satunya adalah melalui mitigasi memindahkan risiko dari budidaya pertanian ke dalam bentuk asuransi.

“Asuransi itu adalah memindahkan risiko yang mungkin timbul dan mungkin terjadi dan pasti terjadi risiko itu dengan memindahkannya kepada asuransi dengan membayar premi,” ujarnya.

Turut hadir Wakil Bupati (Wabup) Garut dr. Helmi Budiman, Forkopimda, Sekda, juga dilakukan penyerahan secara simbolis berupa rekening tabungan kepada para pelajar, serta penyerahan polis AUTP dan AUTS kepada perwakilan petani dan peternak di Kabupaten Garut. (humaspemkab.Garut/UPI)

Editor: UPI

Berita Terkait