Pemkot Bandung dan PNM Perkuat UMKM Perempuan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Diterbitkan

Jumat, 14 Agustus 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

140 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung memperkuat kapasitas UMKM perempuan melalui pendampingan usaha, akses pembiayaan, dan edukasi pengelolaan risiko.

Upaya tersebut dilakukan bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat melalui PKU Akbar 2026 (13/8/2026).

Kegiatan bertema “UMKM Unggul, Berinovasi, Bertransformasi, dan Menginspirasi” tersebut diikuti sekitar 250 nasabah PNM di Gedung Graha Binangkit.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pemberdayaan ekonomi masyarakat perlu dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kita memang sedang mendukung sebuah program yang merupakan kolaborasi antara Dinas KUKM dengan PNM, BUMN yang bergerak di pemberian modal usaha bagi usaha mikro dan juga tentu saja dibina oleh OJK Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi itu harus berjalan secara terstruktur,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, UMKM tidak cukup hanya memperoleh modal, tetapi juga membutuhkan kemampuan mengelola kredit, risiko, dan prospek usaha.

Model kelompok dengan sistem tanggung renteng yang diterapkan PNM dinilai membantu pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha perempuan.

“Termasuk di dalamnya adalah pengelolaan risiko dan prospek usaha. Dengan menggunakan model kelompok tanggung renteng, insyaallah pemberdayaan ini menjadi sangat penting, khususnya untuk pemberdayaan KUKM yang dikelola oleh para usahawan perempuan,” katanya.

Farhan berharap peningkatan kapasitas pengusaha perempuan dapat memberikan dampak berantai terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat Kota Bandung.

Pemkot Bandung membangun ekosistem usaha melalui lembaga pembiayaan karena pemerintah tidak berperan sebagai pemberi pinjaman modal langsung kepada UMKM.

“Pemerintah itu pada dasarnya sekarang tugas utamanya adalah mengampu dan membangun ekosistem usaha untuk usaha kecil, menengah, dan mikro,” ujarnya.

Pemkot Bandung melibatkan PNM, Pegadaian, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berada dalam pengawasan OJK untuk memperluas akses pembiayaan UMKM.

“Salah satunya PNM sebagai BUMN yang memang punya kemampuan dan tugas khusus untuk memberikan pinjaman modal dengan bunga yang rendah. Nah, ini yang kita manfaatkan,” tutur Farhan.

Farhan meminta pelaku UMKM terus meningkatkan kemampuan mengelola modal, kredit, dan risiko agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Jangan pernah berhenti berinovasi dan jangan pernah berhenti belajar untuk mengembangkan usaha. Belajar untuk mengelola kredit, belajar juga untuk mengelola modal, dan belajar untuk mengelola risiko. Insyaallah berhasil,” tutur Farhan.

Pemimpin PNM Cabang Bandung Danang Setya Budi mengatakan PKU Akbar 2026 menjadi wadah pembelajaran, jejaring, dan akses informasi pengembangan usaha bagi nasabah.

PNM saat ini memiliki sekitar 115.493 nasabah di Kota Bandung dengan outstanding pembiayaan hampir Rp500 miliar.

Total penyaluran pembiayaan PNM di Kota Bandung telah mencapai sekitar Rp3,8 triliun dengan dukungan sekitar 2.500 account officer (AO).

Danang menyebut mayoritas nasabah Mekaar merupakan perempuan yang menjalankan usaha untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Menurutnya, perubahan dunia usaha menuntut pelaku UMKM terus belajar, berinovasi, dan bertransformasi agar mampu bertahan serta mengembangkan usahanya.

“Jangan takut untuk berubah, jangan ragu untuk mencoba, dan jangan berhenti untuk naik kelas,” kata Danang.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait