Pemkot Bandung Perkuat Kepedulian dan Kolaborasi Penanggulangan HIV/AIDS

Diterbitkan

Selasa, 23 Juni 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

124 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat penanggulangan HIV/AIDS melalui kolaborasi dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan Organisasi Berbasis Komunitas (OBK) untuk memperluas layanan pencegahan, deteksi dini, pendampingan, serta dukungan bagi Orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Bandung. 

Langkah tersebut menegaskan peran OMS sebagai garda terdepan dalam penemuan kasus baru, pendampingan ODHIV, serta penghubung akses layanan kesehatan dan sosial.

Pemkot Bandung juga mendorong penerapan social contracting atau kontrak sosial agar keterlibatan organisasi masyarakat sipil dapat berjalan lebih formal dan terstruktur dalam program penanggulangan HIV.

“Ketidakterbukaan sering terjadi karena adanya stigmatisasi. Saya yakin masih ada yang menganggap HIV/AIDS sebagai penyakit kutukan. Stigma seperti ini harus dihentikan. Setiap persoalan peradaban harus dijawab dengan solusi peradaban, yaitu melalui ilmu pengetahuan dan kesadaran kolektif,” ujar Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada peringatan Hari AIDS Sedunia 2025.

Farhan menegaskan target Pemkot Bandung mencakup nihil kematian akibat AIDS, nihil stigma terhadap ODHIV, dan nihil kasus baru HIV melalui kolaborasi lintas sektor.

Sejumlah forum tahun 2025 antara OMS, OBK, dan perangkat daerah menghasilkan usulan prioritas RKPD 2026, termasuk deteksi dini pada populasi kunci, penguatan Warga Peduli AIDS (WPA), serta edukasi HIV kepada masyarakat.

Di tingkat implementasi, skema kontrak sosial telah dijalankan melalui kerja sama PKBI Kota Bandung dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bandung dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).

Kolaborasi lain juga melibatkan Grapiks Kota Bandung dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Female dengan Kementerian Sosial, Rumah Cemara dengan Dinas Pemuda dan Olahraga, serta dukungan Baznas Kota Bandung untuk memperluas jangkauan layanan.

Program tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain secara terpadu.

Direktur PKBI Kota Bandung Nunuk Kusniati menyebut OMS berperan penting menjangkau kelompok yang sulit mengakses layanan, memberikan edukasi, serta mendampingi ODHIV agar mendapatkan layanan kesehatan dan sosial secara berkelanjutan.

Ia menilai kemitraan dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberlanjutan program agar dampaknya semakin luas bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemkot Bandung yang selama ini memberikan ruang bagi OMS dan komunitas untuk terlibat dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS. Kolaborasi seperti ini sangat penting karena penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” kata Nunuk.

Pemkot Bandung berharap penguatan kolaborasi ini mampu mempercepat pencapaian target penanggulangan HIV/AIDS sekaligus menciptakan lingkungan yang inklusif, sehat, serta bebas stigma dan diskriminasi.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait