Pemkot Targetkan Penurunan Kabel Udara di 85 Ruas Jalan Rampung Akhir 2026

Diterbitkan

Rabu, 15 Juli 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

318 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menargetkan penurunan kabel utilitas udara di 85 ruas jalan selesai sebelum akhir 2026 untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan estetika kota (14/7/2026).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari penataan kota yang telah memiliki dasar hukum dan skema kerja sama sejak 2018.

"Target kami pada Desember 2026 seluruh 85 ruas jalan sudah turun kabelnya. Ini merupakan bagian dari penataan kota agar lebih indah, aman, dan tertib," ujar Farhan.

Farhan menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung menugaskan PT Bandung Infra Investama sebagai Badan Usaha Milik Daerah untuk bekerja sama dengan pihak swasta.

Pemkot Bandung tidak terlibat dalam proses negosiasi tarif antara operator telekomunikasi dan PT Bandung Infra Investama karena merupakan mekanisme bisnis.

Farhan mengakui, kualitas pekerjaan sipil sempat menjadi perhatian pada awal pelaksanaan proyek sebelum akhirnya diperbaiki melalui evaluasi.

"Kita pernah melakukan evaluasi keras terhadap pekerjaan sipilnya. Sekarang hasilnya jauh lebih baik. Memang masih ada yang perlu diperbaiki, tetapi secara umum kualitasnya meningkat," katanya.

Program penurunan kabel udara juga bertujuan mengurangi risiko kabel semrawut serta mendukung infrastruktur kota yang lebih modern.

Farhan meminta perkembangan pekerjaan disampaikan secara rutin kepada masyarakat agar warga mengetahui lokasi dan jadwal pengerjaan.

"Pastikan setiap minggu teman-teman media mendapatkan informasi perkembangan pekerjaan. Biar masyarakat tahu di mana ada penggalian, di mana ada penurunan kabel, sehingga semuanya mendapatkan informasi yang jelas," ujar Farhan.

Farhan juga menginstruksikan setiap pekerjaan penggalian dikoordinasikan dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga serta dilengkapi standar keselamatan.

"Pastikan setiap ada penggalian dipasang barrier atau pembatas pengaman. Jangan sampai ada kabel yang menjuntai atau berserakan sehingga membahayakan masyarakat. Keselamatan warga harus menjadi prioritas," tegasnya.

Farhan menegaskan, enam layanan vital meliputi perbankan, kesehatan, pendidikan, administrasi pemerintahan, pelayanan publik, serta TNI dan Polri tidak boleh mengalami gangguan jaringan.

"Rumah sakit, klinik, sekolah, kampus, kantor polisi, kantor TNI, perbankan, dan layanan administrasi tidak boleh terputus jaringan internetnya walau hanya sedetik. Setelah semuanya dipastikan aman, baru dilakukan pemotongan kabel," ujarnya.

Farhan mengingatkan, operator yang belum memindahkan jaringan ke utilitas bawah tanah tidak dapat lagi mempertahankan kabel udara.

Farhan juga memastikan Pemerintah Kota Bandung akan menindak operator yang masih memasang kabel udara secara ilegal.

"Ketahuan oleh siapa? Oleh anggota DPRD saat melakukan supervisi. Dengan senang hati kami langsung memotong kabel tersebut. Jadi memang penertiban ini seperti kucing-kucingan. Tetapi aturan tetap harus ditegakkan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Henryco Arie Sapiie mengatakan, pengendalian pelaksanaan program dilakukan bersama PT Bandung Infra Investama setiap pekan.

Henryco menyebutkan, intensitas pekerjaan pada Juli 2026 meningkat menjadi enam titik setiap pekan dari sebelumnya tiga titik.

"Target bulan ini ada 27 ruas jalan. Hingga saat ini kami sudah menyelesaikan pekerjaan di 15 ruas jalan, dan optimistis seluruh target dapat tercapai sesuai jadwal," kata Henryco.

Pengerjaan meliputi Jalan Gatot Subroto Utara, Gatot Subroto Selatan, Jawa, Bangka, Lombok, Veteran, Perintis Kemerdekaan, Pasukan Candra Buana, Aceh, dan sejumlah ruas lainnya.

Henryco memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengamanan lalu lintas serta koordinasi bersama Satpol PP, Dinas Perhubungan, kepolisian, dan operator telekomunikasi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait