Pemprov Jabar Ambil Alih Hak Pengelolaan Tanah Milik PTPN dan Perhutani

Diterbitkan

Rabu, 30 September 2026

Penulis

Rep Pun

|

Rep Pun

85 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berencana mengambil alih hak pengelolaan tanah milik PTPN dan Perhutani, khususnya kawasan Gunung Wayang.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan, lahan tersebut selanjutnya akan ditanami tanaman khas kawasan untuk mendukung pemulihan lingkungan.

"Saya targetkan seribu hektar lahan biar selesai. Petaninya yang nanamnya saya gaji Rp2,5 juta perbulan. Satu orang 2 hektar. Diperlukan 500 orang," ucapnya KDM, sapaan Dedi Mulyadi, di Situ Cisanti Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

KDM menegaskan, langkah tersebut menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kemiskinan warga di kawasan perkebunan sayur.

Wilayah tersebut mencakup kawasan Cianjur Selatan, Garut Selatan, dan Bandung Selatan yang sebagian warganya bekerja sebagai buruh tani.

Menurutnya, kemiskinan terjadi karena upah buruh sangat murah, yaitu Rp30.000, Rp25.000, dan terkadang masih ada yang menerima Rp20.000.

“Dan strategi ini dibiarkan miskin untuk apa? agar mereka patuh. Saya termasuk pemimpin yang tidak mau kepatuhan disebabkan oleh kemiskinan, saya ingin kepatuhan disebabkan oleh kesejahteraan," tegas KDM.

KDM berencana memulai penanaman Desember tahun ini dengan menyiapkan 4.000 petani penanam pohon.

Petani penanam pohon akan digaji Rp2,5 juta setiap bulan sehingga Pemprov Jabar menyediakan sekitar Rp10 miliar per bulan atau Rp120 miliar per tahun.

Dana tersebut, menurut KDM, tidak berarti dibandingkan dengan biaya penanganan banjir luapan Citarum akibat kerusakan lahan sekitar sungai.

Citarum yang mengalami sedimentasi harus dikeruk dengan biaya pengerukan setiap tahun lebih dari Rp1 triliun.

Selain pengerukan, pemerintah juga harus mengeluarkan biaya untuk penanganan banjir, perbaikan lingkungan, dan infrastruktur.

Menurut KDM, keberadaan Citarum juga menghasilkan pendapatan negara yang besar melalui pembangkit listrik di Cirata, Saguling, dan Jatiluhur.

“Setelah itu lahir kawasan industri di Purwakarta, Kerawang, Bekasi, perpuratan uangnya puluhan triliun dalam setiap bulan. Kalau Citarum mengering, Cisanti mengering, gunung wayangnya mengering, maka industri disitu akan mati," jelasnya.

KDM menuturkan, pengeluaran Pemprov Jabar tidak hanya untuk proyek, tetapi juga mendukung kesejahteraan rakyat.

Upaya tersebut antara lain melalui penggajian petani untuk menanam pohon sekaligus merawat kawasan hutan.

(Rep pun/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait