PORTALJABAR, KAB. BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi memperluas akses pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri untuk menyiapkan sumber daya manusia lokal yang siap bekerja melalui kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi Ida Farida mengatakan, potensi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara membutuhkan tenaga kerja terampil yang sesuai perkembangan dunia usaha.
"Arahan dari pemerintah pusat menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperjuangkan agar masyarakat Kabupaten Bekasi memperoleh akses pelatihan yang lebih besar. Kami akan bersurat secara resmi agar tersedia kelas-kelas pelatihan yang diprioritaskan bagi warga Kabupaten Bekasi," ujar Ida pada (21/7/2026).
Ia menjelaskan, terdapat sekitar 130 jenis pelatihan yang tersedia melalui berbagai skema, mulai pengelasan, perpipaan, kelistrikan, hingga bidang teknis lainnya.
Menurut Ida, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi juga memperluas kerja sama dengan perusahaan agar fasilitas pelatihan pemerintah dapat dimanfaatkan dan penyerapan tenaga kerja lokal meningkat.
"Kami menyadari infrastruktur BLK yang dimiliki saat ini belum sepenuhnya mengikuti perkembangan teknologi industri. Namun, kami tidak tinggal diam. Kami membangun kolaborasi dengan perusahaan agar fasilitas pelatihan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan hasil akhirnya adalah penyerapan tenaga kerja lokal," katanya.
Ia menuturkan, pemerintah daerah menyelaraskan program pelatihan dengan kebutuhan industri melalui koordinasi bersama sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah, Bursa Kerja Khusus, dan Kantor Cabang Dinas Wilayah III Jawa Barat.
"Jenis pelatihannya harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, peserta pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk langsung masuk ke dunia kerja. Koordinasi dengan SMA, SMK, MAN, BKK, hingga KCD Wilayah III sudah kami lakukan dan akan terus berlanjut," ungkapnya.
Ida memastikan keterbatasan anggaran daerah tidak menghambat peningkatan kompetensi tenaga kerja karena pemerintah mencari alternatif pendanaan bersama berbagai pihak.
"Saat ini anggaran daerah memang masih terbatas. Tetapi kami mencari berbagai pola sinergi. Pemerintah daerah menyiapkan SDM, kementerian mendukung pelatihannya, dan perusahaan menjadi mitra dalam proses penempatan tenaga kerja," jelasnya.
Ia menyebut pelatihan yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menghasilkan peserta asal Kabupaten Bekasi yang berprestasi dan langsung direkrut perusahaan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengusulkan penguatan fasilitas Balai Latihan Kerja agar mampu mengikuti perkembangan teknologi industri, termasuk kendaraan listrik dan manufaktur modern.
Ida juga mendorong perusahaan memperluas program pemagangan nasional bagi mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru sebagai jembatan menuju dunia kerja.
"Harapan kami, semakin banyak perusahaan yang membuka program pemagangan dan melaporkan kebutuhan tenaga kerjanya kepada pemerintah daerah. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, semakin banyak masyarakat Kabupaten Bekasi yang dapat terserap ke dunia kerja," pungkasnya.
(Diskominfosantik Kab. Bekasi/bhf)