Permudah Akses Konseling Mental, Pemkot Bandung Hadirkan Bangbara.

Diterbitkan

Kamis, 25 Juni 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

468 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung meluncurkan layanan konseling psikologis Bangbara untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pendampingan kesehatan mental secara profesional (25/6/2026).

Layanan Bandung Utama Bagja Sararea (Bangbara) pertama kali dihadirkan di Kecamatan Ujungberung melalui kolaborasi pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.

Program tersebut memberikan ruang aman bagi warga yang mengalami stres, kesedihan berkepanjangan, hingga persoalan kesehatan mental lainnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Bangbara menjadi langkah konkret untuk mendekatkan layanan kesehatan mental kepada masyarakat.

“Hari ini kita meluncurkan layanan baru, mulai dari Kecamatan Ujungberung. Ini sebuah layanan untuk memberikan konseling psikologis kepada masyarakat yang didukung oleh Dinas Kesehatan dan juga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” kata Farhan.

Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk berkonsultasi dan memperoleh pendampingan psikologis secara lebih mudah.

“Tujuannya tentu saja untuk memberikan ruang-ruang konseling bagi warga masyarakat yang mengalami stres, ingin curhat atau bahkan memiliki kesedihan yang berkepanjangan. Datang saja ke Kecamatan Ujungberung,” ujarnya.

Farhan menilai, kebutuhan layanan kesehatan mental semakin mendesak seiring meningkatnya berbagai persoalan psikologis di masyarakat.

Ia mengungkapkan, tingginya kasus percobaan bunuh diri di Kota Bandung menjadi salah satu indikator penting perlunya penguatan layanan kesehatan mental.

Selain itu, peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga membutuhkan dukungan pendampingan psikologis yang mudah dijangkau masyarakat.

Farhan menjelaskan, hasil program Cek Kesehatan Gratis sebelumnya menunjukkan puluhan ribu pelajar mengalami gangguan kesehatan mental dengan tingkat yang beragam.

Data tersebut menjadi dasar penguatan layanan kesehatan mental berbasis kewilayahan agar masyarakat mendapatkan bantuan lebih cepat.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Bangbara didukung keberadaan Pusat Pembelajaran Keluarga yang telah dikembangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung.

Layanan kesehatan mental kini tersedia lebih dekat melalui sekolah, puskesmas, kecamatan, dan kelurahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam memastikan informasi layanan psikolog kewilayahan akan disebarluaskan hingga tingkat masyarakat.

Informasi tersebut akan disampaikan melalui puskesmas, kader Posyandu, dan pengurus rukun warga agar semakin banyak warga dapat mengakses layanan.

“Informasi akan disampaikan melalui puskesmas dan disebarluaskan ke kader Posyandu serta RW. Nantinya masyarakat dapat mendaftar untuk mendapatkan layanan tersebut,” tutur Sony.

Pemkot Bandung berharap layanan Bangbara mampu membantu masyarakat mengatasi persoalan kesehatan mental sejak dini sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Ke depan, layanan tersebut direncanakan diperluas ke kecamatan lain agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat di Kota Bandung.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait