Plt. Bupati Normalisasi Kali CBL, Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir Tambun Utara

Diterbitkan

Selasa, 20 Januari 2026

Penulis

Diskominfo Kab. Bekasi

|

Diskominfo Kab. Bekasi

1,1 rb kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. BEKASI - Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau warga terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, bersama Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka untuk menyiapkan solusi jangka panjang melalui normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (19/01/2026).

Kunjungan ini dilakukan karena banjir di Tambun Utara terjadi hampir setiap tahun dan mengganggu aktivitas ribuan warga.

Asep menilai banjir dipicu fungsi Kali Cikarang Bekasi Laut yang belum optimal menampung debit air.

Ia menegaskan tanpa normalisasi menyeluruh, banjir akan terus berulang di Srimukti, Wanasari, dan wilayah lain yang hulunya dari sungai itu.

“Kalau Kali Cikarang Bekasi Laut tidak dinormalisasi, ya akan begini terus. Ini bukan hanya di Srimukti, tapi juga di Wanasari dan wilayah lain yang hulunya dari CBL,” ujarnya.

Asep menyampaikan usulan normalisasi itu sudah diterima langsung oleh Wakil Presiden sebagai kebutuhan mendesak warga Bekasi.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang mengidentifikasi ruas sungai prioritas serta panjang segmen yang harus ditangani lebih dulu.

Selain normalisasi, pemerintah menyiapkan opsi sodetan untuk mengurai antrean aliran dari sungai kecil yang bermuara ke sungai besar.

“Karena CBL besar, sementara sungai kecil akhirnya ‘ngantri’. Salah satu opsi ke depan adalah sodetan. Tapi ini akan kita kaji dulu secara teknis bersama dinas terkait,” jelasnya.

Asep menjadwalkan rapat lanjutan dengan dinas teknis dan camat untuk membahas lahan, anggaran, dan perencanaan.

Ia juga menyebut proyek turap di Kali Gabus perlu dilanjutkan meski masih terkendala anggaran.

“Satu sisi sudah terpancang, sisi lainnya harus dilanjutkan. Perencanaannya masih ada, tapi memang anggarannya belum tersedia. Ini akan kita perjuangkan untuk dilanjutkan,” katanya.

Sambil menyiapkan solusi permanen, pemerintah menyalurkan bantuan darurat berupa air bersih, beras, mie instan, selimut, dan makanan siap saji.

Petugas menyiagakan perahu karena beberapa titik masih tergenang cukup dalam.

Data sementara mencatat sekitar 200 warga terdampak di Desa Srimukti.

Secara keseluruhan, banjir melanda 16 kecamatan dengan 54 titik genangan di Kabupaten Bekasi.

“Bantuan darurat tetap kita berikan, tapi yang paling penting adalah solusi permanen. Itu yang sedang dan akan terus kita dorong,” tegas Asep.

Langkah ini memberi harapan warga karena normalisasi sungai dinilai mampu mengurangi banjir dan melindungi rumah serta mata pencaharian mereka. (Diskominfo Kab. Bekasi/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait