Ratusan Dokter Bertemu Bahas Pandemi Covid

Diterbitkan

Jumat, 3 Juni 2022

Penulis

admin

|

admin

522 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

KOTA BANDUNG - Sebanyak 350 dokter dari seluruh Indonesia dan luar negeri mengikuti Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) XIII FK UNJANI 2022 yang ke-XIII yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani bekerja sama dengan Ikatan Alumni FK UNJANI.

Kegiatan PIT XIII FK UNJANI 2022 yang berlangsung selama 3 hari, Jumat-Minggu, 25-27 Maret 2022 di Holiday Inn Hotel Pasteur, Bandung. ini diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari seminar dan workshop bertaraf Internasional.

Rektor UNJANI, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., L.LM, PhD, dan Dekan Fakultas Kedokteran UNJANI, Dr. Sutrisno, dr., SH., MARS., M.H.Kes. Acara juga dihadiri oleh Ketua IDI Jawab Barat, Dr. Eka Mulyana, SpOT., FICS., M.Kes., SH., M.H.Kes. Dalam sambutannya, 

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran UNJANI, Dr. Sutrisno menekankan pentingnya update ilmu dan keterampilan klinis bagi para dokter khususnya pada era pandemi dan setelah pandemi Covid-19. 

"Universitas sebagai tempat menimba ilmu harus mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan, yang diimplementasikan dengan penyelenggaraan PIT FK UNJANI secara konsisten setiap tahunnya," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PIT XIII FK UNJANI 2022, dr. Fitriardi Sejati mengatakan, acara yang mengambil tema “Update in Emergency and Daily Medicine During and After Pandemic Era” sebagai bagian dari upaya yang harus dilakukan menyusul pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda sebagian besar negara-negara di dunia, meski kasusnya berangsur menurun.

"Virus corona saat ini masih ada namun status epidemiloginya berubah dari pandemi menuju endemic," ucap Fitriardi.

"Tidak menutup kemungkinan kedepan akan muncul varian baru dengan fatalitas yang menurun sehingga nantinya menjadi penyakit yang akrab dengan masyarakat," imbuhnya.

Fitriardi berharap, kondisi ini tidak berlarut-larut sehingga para dokter bisa kembali praktek membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan secara langsung atau tatap muka antara pasien dengan dokter.

"Cara-cara pemeriksaan jarak jauh melalui telemedicine saat ini diberlakukan disejumlah layanan kesehatan. Namun konsultasi tatap muka masihlah sangat perlu," ujarnya.

"Sebagian besar dokter berkeinginan untuk senyum salam sapa kepada pasien karena penilaian agak sedikit susah kalau dilakukan secara berjarak. Dengan catatan, prokes tetap di jaga,” katanya.

Topik yang dibawakan pada symposium ini antara lain vaksin Covid-19, risiko stroke dan gangguan neuropsikiatri pasca Covid-19, efek Covid-19 pada pekerja, dan masih banyak lagi. Pada acara ini juga dilaksanakan online dan parallel hands on workshop untuk para peserta.

Editor: admin

Berita Terkait