Ribuan Kader TPK Ciamis Ditemui Mendukbangga Wihaji, Bupati Herdiat Ungkap Persoalan Data Stunting

Diterbitkan

Rabu, 30 September 2026

Penulis

Diskominfo Kab. Ciamis

|

Diskominfo Kab. Ciamis

87 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

 

PORTALJABAR, KAB. CIAMIS -  Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Dr. H. Wihaji menemui ribuan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam kegiatan TPK MBG 3B Kabupaten Ciamis di Gedung KH Irfan Hielmy, Selasa (29/9/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Ciamis. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta tamu undangan lainnya turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wihaji tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga berinteraksi dan berdiskusi secara langsung dengan para kader TPK. Ia menggali berbagai pengalaman kader dalam menjalankan tugas pendampingan keluarga di lapangan.

Wihaji menyebut kader TPK sebagai “pahlawan keluarga”. Menurutnya, para kader memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, terutama keluarga yang berada di lapisan paling bawah.

“TPK adalah pahlawan keluarga. Mereka yang mengetahui kebatinan masyarakat paling bawah. Suka dan duka telah mereka rasakan dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Wihaji.

Ia menjelaskan, salah satu tujuan kunjungannya ke Ciamis adalah melihat secara langsung sejauh mana program-program prioritas pemerintah berjalan di daerah, khususnya program yang berkaitan dengan pengentasan stunting.

Wihaji berharap para kader TPK dapat menjalankan tugas secara optimal sehingga persoalan stunting di tengah masyarakat dapat terus ditekan.

“Harapan saya TPK bisa bekerja dengan baik sehingga masyarakatnya tidak ada yang stunting,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Wihaji juga memberikan penjelasan mengenai tugas, fungsi serta sasaran TPK di lapangan. Para kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan nyata keluarga di tingkat desa.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas Presiden, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), telah berjalan di Kabupaten Ciamis.

Namun, Herdiat turut menyoroti persoalan data stunting yang menurutnya masih menunjukkan perbedaan cukup signifikan antara data pemerintah pusat dengan hasil pendataan yang dilakukan langsung di daerah.

Berdasarkan data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menjadi rujukan pemerintah pusat, angka stunting Kabupaten Ciamis tercatat sebesar 20,23 persen. Sementara itu, berdasarkan hasil pengecekan dan pendataan langsung yang dilakukan di daerah, angka stunting di Ciamis disebut berada di kisaran 4,4 persen.

Pendataan di daerah tersebut dilakukan melalui keterlibatan OPD yang melakukan pembinaan di setiap desa, termasuk dengan memanfaatkan data Posyandu.

Herdiat berharap perbedaan angka tersebut dapat segera diluruskan dan disinkronkan agar pemerintah memiliki basis data yang sama dalam menentukan kebijakan penanganan stunting.

Menurutnya, perbedaan antara hasil survei dan sensus atau pendataan langsung di lapangan perlu mendapat perhatian karena dapat menghasilkan gambaran kondisi stunting yang berbeda.

“Harapan kami perbedaan data yang cukup jauh ini bisa segera diluruskan, karena akan berbeda antara hasil survei dengan hasil sensus secara langsung,” ujar Herdiat.

Usai menghadiri kegiatan bersama para kader TPK, Mendukbangga Wihaji melanjutkan agenda kunjungan kerja dengan menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) secara langsung kepada penerima manfaat di dua lokasi di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi dengan daerah sekaligus memastikan program pembangunan keluarga dan pengentasan stunting dapat berjalan hingga tingkat masyarakat paling bawah. (PROKOPIM CIAMIS/rka)

Editor: Revo

Berita Terkait