
PORTALJABAR, KAB. CIAMIS - STIKes Muhammadiyah Ciamis siap bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis dengan penambahan enam program studi baru. Langkah pengembangan tersebut disampaikan dalam momentum Sumpah Profesi dan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 yang diikuti 235 lulusan di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (14/10/2026).
Rencana transformasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan institusi untuk memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Ciamis pun menaruh harapan agar para lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, S.KM., M.M., mengatakan bahwa wisuda bukan sekadar penanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan, melainkan juga hasil kerja bersama antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga.
“Momentum wisuda dan pengambilan sumpah profesi ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan akademik para lulusan, tetapi juga menjadi refleksi bagi kita semua. Kita tidak hanya melihat keberhasilan individu, tetapi juga keberhasilan kolektif,” kata Nur Hidayat dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, di tengah dinamika dan tantangan pendidikan tinggi, STIKes Muhammadiyah Ciamis terus berupaya mengembangkan institusi, baik dari sisi program pendidikan maupun peningkatan kualitas pelayanan akademik.
Salah satu agenda strategis yang tengah disiapkan adalah transformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis dengan penambahan enam program studi, yakni S-1 Psikologi, S-1 Sains Biomedis, S-1 Hukum, S-1 Manajemen, S-1 Bisnis Digital, dan S-1 Informatika.
“Mohon doa dari seluruh hadirin, insyaallah dalam waktu yang dekat STIKes Muhammadiyah Ciamis akan bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis dengan penambahan enam program studi baru,” ujarnya.
Selain pengembangan program studi, STIKes Muhammadiyah Ciamis juga memperkuat tata kelola pendidikan melalui transformasi digital. Sejak Tahun Akademik 2024/2025, kampus tersebut telah menerapkan digitalisasi dokumen akademik yang meliputi ijazah, transkrip nilai, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Dokumen tersebut tersimpan secara elektronik dan dilengkapi kode verifikasi berupa barcode atau QR code sehingga dapat divalidasi dengan lebih cepat dan akurat.
Menurut Nur Hidayat, digitalisasi diterapkan sebagai bentuk komitmen institusi terhadap transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan mutu pelayanan akademik, mulai dari proses penerimaan mahasiswa baru hingga penerbitan ijazah.
Penerapan sistem tersebut juga mendukung konsep paperless campus, yakni pengurangan penggunaan kertas dalam kegiatan administrasi dan pengarsipan. Dengan demikian, proses pelayanan akademik diharapkan semakin efisien serta sejalan dengan kebutuhan tata kelola perguruan tinggi yang modern.
Ia berharap para lulusan mampu terus mengembangkan kompetensi, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, serta mengabdikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang hadir mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, Andang menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal dari tanggung jawab profesional untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Hari ini, saudara-saudara tidak hanya membawa pulang gelar akademik atau pengakuan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Saudara-saudara juga membawa amanah, tanggung jawab, dan harapan masyarakat yang kelak akan dipercayakan kepada saudara-saudara dalam menjalankan profesi di bidang kesehatan,” ujarnya.
Menurut Andang, perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, perubahan pola penyakit, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat menuntut tenaga kesehatan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Ia menekankan bahwa kompetensi tenaga kesehatan tidak cukup hanya diukur dari penguasaan teori dan keterampilan teknis. Kemampuan berkomunikasi, ketelitian dalam mengambil tindakan, kecakapan bekerja sama, serta kepekaan terhadap kondisi pasien juga menjadi aspek penting dalam memberikan pelayanan yang berkualitas.
“Pelayanan kesehatan pada hakikatnya adalah pelayanan terhadap manusia. Karena itu, tenaga kesehatan harus menjalankan tugas dengan tanggung jawab, empati, dan integritas,” tegasnya.
Andang berharap lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional, beretika, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.
“Saya berharap para lulusan STIKes Muhammadiyah Ciamis mampu menjadi tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga luhur dalam budi pekerti, tidak hanya cakap dalam menjalankan prosedur, tetapi juga santun dalam berkomunikasi,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa sumpah profesi merupakan komitmen moral dan etis yang harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas. Para lulusan diminta senantiasa menghormati martabat manusia, menjaga kerahasiaan pasien sesuai ketentuan, bekerja berdasarkan kompetensi dan standar profesi, serta mengutamakan keselamatan pasien.
“Ketika menghadapi situasi yang sulit, berpeganglah pada etika. Ketika dihadapkan pada pilihan yang menuntut tanggung jawab, utamakan keselamatan pasien. Ketika bekerja dalam keterbatasan, tetaplah menjaga mutu pelayanan,” tuturnya.
Adapun 235 peserta yang mengikuti Sumpah Profesi dan Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 terdiri atas 30 lulusan D-3 Keperawatan, 10 lulusan D-3 Kebidanan, 25 lulusan D-3 Farmasi, 29 lulusan D-3 Teknologi Laboratorium Medis, 139 lulusan S-1 Keperawatan Program A dan B, serta 2 lulusan Profesi Ners.
Momentum wisuda ini tidak hanya menjadi awal pengabdian bagi para lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pengembangan STIKes Muhammadiyah Ciamis dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu akademik, dan mempersiapkan transformasi institusi.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap para lulusan dapat mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus menjadi sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Diskominfo Kab. Ciamis/rka)