GPR Widget

“Smart Drop Box”, Buang Sampah Dapat Uang

Diterbitkan

Jumat, 12 Agustus 2022

Penulis

Rep Pun

|

Rep Pun

125 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. BANDUNG - Hasil dari kolaborasi pemerintah dan swasta, di Kabupaten Bandung kini hadir desa/kelurahan digital sadar sampah. Pengelolaan sampah menjadi ciri utama dalam kolaborasi tersebut, diantaranya dengan hadirnya smart drop box atau tempat sampah digital yang berbasis teknologi. Adapun desa/kalurahan di Kabupaten Bandung yang diresmikan menjadi desa/kelurahan digital sadar sampah itu adalah Desa Cipagalo, Desa Dayeuhkolot, Desa Bojongsoang, Desa Wangisagara, Kelurahan Wargamekar dan Kelurahan Baleendah.

"PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (Sinarmas MSIG Life) dan PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) berkolaborasi bersama Smash.id dalam menyediakan Smart Drop Box sebagai bagian dari program pengelolaan sampah berbasis digital di 6 Desa/Kelurahan Kabupaten Bandung ini, dan ini merupakan bentuk CSR kami terutama di bidang lingkungan," kata Susana Alamsyah Administration Dept. Head MSIG Indonesia, dalam acara peresmian Desa Digital Sadar Sampah di Kabupaten Bandung, Jumat (12/8/2022).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Erpi Suwandi mengatakan, timbunan sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.268 ton per hari. Upaya pengelolaan sampah yang dimulai saat ini akan sangat berpengaruh pada pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA di masa datang.

“Kabupaten Bandung telah memiliki 135 Tempat Pengelolaan Sampah - Reduce Reuse Recycle (TPS3R), 318 Bank Sampah, 300 Bank Sampah Tematik (BST), dan juga Pusat Edukasi Pengelolaan Sampah (PUSPA). Meskipun demikian, tetap diperlukan upaya solutif dan keterlibatan aktif berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," ungkapnya.

Putra Fajar Alam CEO & Founder Smash.id pembuat smart drop box menjelaskan, tempat sampah digital merupakan langkah awal dari pengelolaan sampah masa depan.

“Kami ingin mengajak masyarakat Kabupaten Bandung turut serta dalam membantu mengatasi permasalahan sampah sekaligus menggerakan roda ekonomi sirkular," ucapnya.

Cara kerja smart drop box sendiri adalah setiap sampah yang dimasukan ke dalamnya terlebih dahulu di-scan dengan smartphone melalui aplikasi, lalu smart drop box akan mendeteksi jenis dan berat sampah, lalu secara otomatis di smartphone akan muncul nilai nominal yang didapat oleh si pembuang sampah. (pun)

Editor: Admin

Berita Terkait