SMPN 1 Garut Gelar Bulan Filantropi 2024 Jaring Siswa SD/MI Berprestasi

Diterbitkan

Selasa, 27 Februari 2024

Penulis

Diskominfo Kab. Garut

|

Diskominfo Kab. Garut

1,1 rb kali

Berita ini dilihat

2 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - SMPN 1 Garut sukseskan kegiatan Bulan Filantropi 2024 tingkat Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kabupaten Garut, bertemakan "Challenge for Achievement and Performance". 

Kegiatan ini merupakan ajang seleksi peserta didik baru berprestasi tingkat SD/MI, yang dilaksanakan di SMPN 1 Garut, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (24/02/2024)

Menurut Ketua Pelaksana, Ita Habibie, Bulan Filantropi mempertandingkan berbagai lomba mulai dari Olimpiade IPA, IPS, Matematika, PAI (MTQ, Tahfidz Juz 30, Kaligrafi, Ceramah PAI), Story Telling, Speech Contest, Baca Puisi, Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Pupuh, hingga Pantonim.

Kepala Sekolah SMPN 1 Garut, R. Yusup Satria Gautama, mengapresiasi antusiasme peserta yang melonjak tinggi, mencapai lebih dari 370 peserta dari sebelumnya hanya 105 peserta. 

Dukungan dari guru-guru SD di Kabupaten Garut dan orang tua siswa turut menjadi pendorong utama kesuksesan acara ini.

"Antusiasnya sangat luar biasa lah, kami mengucapkan apresiasi baik dari guru-guru SD di Kabupaten Garut dan dukungan dari orang tua, karena dari orang tua siswa banyak yang hadir," katanya.

Yusup merasa kaget karena peserta acara tidak hanya dari Kabupaten Garut tapi juga dari wilayah lain seperti Kabupaten Bandung. 

Menurut Yusup, Kegiatan Bulan Filantropi ini menjadi motivasi bagi guru-guru di SD/MI untuk mengajar dan mengevaluasi kegiatan Bulan Filantropi edisi sebelumnya.

Lebih lanjut, Yusup akan menggelar kegiatan serupa dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan pada penyelenggaraan Bulan Filantropi ini.

"Jadi kalau di dalam event nasional ini adalah O2SN, jadi dengan hasil Filantropi ini, mudah-mudahan di O2SN tahun 2024, itu siswa-siswa yang hari ini bisa menjadi juara di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional," harapnya.

Sementara itu, Salah satu kontestan dari SD Kartika, Areeandra Abigail Putrian Albba, mengaku senang bisa ambil bagian dalam kegiatan ini meski sempat merasa cemas. 

Abigail mengikuti pula lomba Pupuh Sunda untuk memperkaya pengalaman budaya dan seni para peserta. 

Abigail mengaku dibimbing langsung oleh sang ayah, melalui persiapan selama 3 pekan.

"Kalau nanti kalau udah juara tetap latihan dan tetap ikut lomba, kalau nggak juara nggak apa-apa, asalkan kita udah berlatih (dan) berusaha," ucapnya.

Di tempat yang sama, salah satu orang tua peserta, Sona Radian, menuturkan, anaknya mengikuti lomba story telling, dengan alasan anaknya memiliki ketertarikan terhadap Bahasa Inggris.

Sona melihat Bulan Filantropi sebagai ajang penting untuk merangsang kemampuan anak-anak, baik akademis maupun non-akademis serta sebagai wadah talent scouting untuk mengembangkan bakat mereka.

"Sehingga memudahkan khususnya pemerintah, untuk melihat bibit-bibit yang bagus, nantinya kita tinggal membantu, mendorong, mengembangkan bakat yang mereka punya," tuturnya.

Lebih lanjut, Sona menuturkan, tugas orang tua adalah untuk mengarahkan sejauh mana minat bakat seorang anak. 

Sona menyebut, dirinya hanya bertugas untuk membimbing dan mengarahkan anak sesuai minatnya.

"Kebetulan saya juga alumni, kita lihat juga animonya sekarang banyak, mudah-mudahan ke depannya lebih besar lagi untuk animo, kemudian untuk macam-macam lombanya, sehingga bakat-bakat dari anak-anak itu bisa terlihat nanti di sini," ungkapnya. 

Editor: (Diskominfo Kab. Garut/Revo)

Berita Terkait