Tabulampot dan Bank Sampah, Upaya SMAN 9 Bandung Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan

Diterbitkan

Rabu, 29 April 2026

Penulis

Rep Pun

|

Rep Pun

1,8 rb kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  SMAN 9 Bandung terus memperkuat pembangunan budaya peduli lingkungan melalui berbagai program berkelanjutan. Salah satunya dengan membuat program tanaman buah dalam pot (tabulampot) dan pengembangan bank sampah di lingkungan sekolah, Selasa (28/4/2026).

Puluhan siswa SMAN 9 Bandung menanam 25 tanaman buah di tanam di lahan kosong tak terpakai. Tanaman buah tersebut terdiri dari jeruk sunkist, jambu air, jambu kristal, sawo, kedondong hingga mangga arumanis.

Kepala SMAN 9 Bandung, Agus Hasan Sadzili menjelaskan, kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meminimalisasi dampak lingkungan, sekaligus mendukung pembelajaran siswa.

“Kegiatan hari ini ada dua, yaitu program tabulampot yang merupakan bagian dari kegiatan kesiswaan serta program bank sampah. Melalui bank sampah, kami berupaya meminimalisasi penggunaan plastik di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tambulapot juga selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dan ekologi serta sejalan dengan program Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Selain sebagai gerakan peduli lingkungan, lanjutnya, program tabulampot juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran. Ke depan, fasilitas ini akan dikembangkan menjadi laboratorium alam untuk mendukung kegiatan belajar, khususnya pada mata pelajaran biologi.

“Manfaatnya tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga sebagai media pembelajaran. Kami ingin siswa belajar langsung dari alam, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, SMAN 9 Bandung juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan ruang kosong yang belum digunakan. Dari inisiatif tersebut, lahirlah program bertajuk SAJOJO (Salapan Hejo-Hejo) sebagai gerakan penghijauan sekolah.

Program ini, terangnya, merupakan pengembangan dari kegiatan sebelumnya, yakni pesantren ekologi, di mana siswa telah terbiasa membawa dan merawat berbagai jenis tanaman. Saat ini, fokus diarahkan pada pengembangan tambulapot, dengan rencana perluasan ke berbagai titik di lingkungan sekolah.

“Masih ada beberapa area yang akan kami manfaatkan. Ini baru tahap awal, ke depan kami ingin program ini semakin luas dan memberikan dampak lebih besar,” jelasnya.

Agus pun menegaskan, pendidikan karakter peduli lingkungan menjadi bagian penting dalam pembentukan siswa. Hal ini juga tercermin dalam nilai yang diusung SMAN 9 Bandung, “Salapan Istimewa, Salapan Rancage”.

“Di dalam rancage ada huruf 'e', ini adalah ‘eling’ terhadap lingkungan. Artinya, siswa harus selalu ingat dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Ini yang terus kami tanamkan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui berbagai program tersebut, SMAN 9 Bandung menargetkan dapat menjadi sekolah berwawasan lingkungan dan meraih predikat Sekolah Adiwiyata di masa mendatang.

Senada, Wakil Kepala SMAN 9 Bandung, Tanu Patrayana menegaskan program ini berkelanjutan dan akan dikelola bersama. "Setelah dibuka, perawatan tanaman ini akan menjadi tanggung jawab bersama, terutama untuk anak-anak. Kemudian, hasil bank sampah akan dijadikan sebagai dana usaha kegiatan OSIS di sekolah," pungkasnya.

(Rep pun/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait