Tradisi Minum Teh Nyaneut, Bangkitkan Kearifan Lokal dan Kebersamaan

Diterbitkan

Kamis, 14 September 2023

Penulis

Diskominfo Garut

|

Diskominfo Garut

10 rb kali

Berita ini dilihat

6 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Sebuah perayaan yang sarat dengan nilai tradisi Nyaneut Festival kembali memukau warga Garut di Lapang Situgede, Kecamatan Cigedug (13/9/2023).

Festival ini menghidupkan kembali adat minum teh Nyaneut sebuah praktik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kultur tahunan Kabupaten Garut.

Nyaneut sendiri memiliki makna mendekatkan dan mempertemukan, sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Komunitas Nyaneut, Dasep Badrussalam yang menyebutkan Sunan Gunung Jati adalah tokoh pertama yang memperkenalkan Nyaneut ketika berkarya di daerah Sunda, khususnya di Garut.

Sebelum memulai dakwahnya, Sunan Gunung Jati selalu mengumpulkan masyarakat untuk bersama-sama menikmati teh.

"Sejak dahulu dari tahun 1.504, itu dibawanya oleh Sunan Gunung Jati, ketika dakwah beliau ke daerah Sunda khususnya di Garut.  Sebelum beliau dakwah melalui media seperti kebudayaan, pendekatannya mungkin yaitu suka mengumpulkan dulu masyarakat, yaitu minum teh, metode itu minum air teh Nyaneut" ujar Dasep dalam sambutannya.

Dasep mengungkapkan, tujuan dari Nyaneut adalah untuk memelihara kearifan lokal yang telah mengakar sejak lama, terutama di Kecamatan Cigedug.

Festival ini bukan hanya nostalgia, melainkan juga memperkenalkan prosesi Nyaneut yang melibatkan ritual sebelum menikmati teh.

"Setahun sekali diadakan Festival Nyaneut ini tuh merupakan nostalgia, kalo sehari-hari itu itu (tidak ada), sebab nanti Nyaneut ada prosesinya, tidak minum langsung ai teh, ada prosesinya terlebih dahulu," ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika melihat Festival Nyaneut sebagai acara yang dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Ia juga melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari festival ini, mengingat Kabupaten Garut memiliki lebih dari enam ribu hektar kebun teh dengan produksi hampir tujuh ton per tahun.

Festival ini berhubungan langsung dengan sektor pertanian, menjadi potensi besar bagi Garut. Beni berharap acara semacam ini dapat diadakan sepanjang tahun dan tidak hanya di Kecamatan Cigedug, melainkan juga di kecamatan lain.

Bahkan, dirinya juga sempat meminta persetujuan kepada Dasep selaku Ketua Komunitas Nyaneut, agar kegiatan ini bisa direplikasi di kecamatan lain.

"Saya mau mencoba nanti di awal Oktober, kegiatan Nyaneut ini oleh saya mau dibawa, dikenalkan oleh saya ke masyarakat," tutur Beni.

Terlebih, imbuh Beni, Nyaneut ini berhubungan langsung dengan bidang yang digarap oleh dinasnya yaitu pertanian. Bahkan, ia menjelaskan jika di Kabupaten Garut, ada sekitar 6 ribu hektar kebun teh dengan produksi teh hampir 7 ton per tahunnya.

"Nanti kita diskusikan sareng Pak Wawan, sareng rengrengan Dinas Pariwisata, kumargi di Garut mah, pembangunan utamana itu sektor pariwisata sareng pertanian, hampir sadayana budaya Sunda anu berkembang khususna di Kabupaten Garut, pasti aya hubungan nana sareng pertanian," ucapnya.

Sehingga ia berharap acara semacam Nyaneut ini bisa digelar sepanjang tahun, dan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Cigedug saja, melainkan dilaksanakan juga di kecamatan lain. 

Editor: (Diskominfo Garut/Fauziah Ismi)

Berita Terkait