Wakil Bupati Garut : Perlu Edukasi Pentingnya Gizi bagi Masyarakat

Diterbitkan

Senin, 21 November 2022

Penulis

Humaspemkabgarut

|

Humaspemkabgarut

183 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Wakil Bupati Garut juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Garut, dr. Helmi Budiman menyatakan begitu pentingnya peran ahli gizi untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Garut.

Hal ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker di hadapan 130 peserta Seminar Kesehatan bertema "Optimalisasi Percepatan Penurunan Stunting Secara Komprehensif", di Ballroom Hotel Harmoni, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (19/11/2022). 

"Karena kami mendapatkan (data) di lapangan, di samping pola asuh yang kurang, kemudian juga katakanlah makanan yang bergizi juga kurang. Juga terkait dengan pengetahuan makanan yang bergizi dari masyarakat itu masih kurang," ucapnya.

Di lain sisi, ia juga mengapresiasi para ahli gizi, yang sudah turut serta membantu Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Garut dalam rangka menurunkan angka stunting. Ia berharap, seminar kesehatan ini menjadi solusi bagi Kabupaten Garut untuk mempercepat penurunan angka stunting.

"Oleh karena itu seminar ini memberikan harapan bagi kami Pemerintah Kabupaten Garut, agar bisa lebih optimal lagi untuk menurunkan angka stunting," katanya.

Seminar kesehatan ini terlaksana berkat kolaborasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dewan Pengurus Cabang (DPC) Kabupaten Garut, dengan menghadirkan para narasumber, yakni, Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Dr. dr. Nur Aisyah Widjaja, Dokter Ahli Gizi Masyarakat Dr. dr. Tan Shot Yen, Ketua IBI Garut Enok Kurniatina, Ahli Gizi Pengurus DPD PERSAGI Jawa Barat Ir. Dian Anggorowati.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dr. Leli Yuliani menyampaikan, kegiatan ini merupakan sebuah upaya kolaborasi bersama Persagi DPC Kabupaten Garut untuk memberikan pemahaman kepada petugas gizi dalam hal patofisiologi stunting. 

Selain itu, imbuh Leli, kegiatan ini juga memaparkan bagaimana peran para ahli gizi dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Garut.

"Kemudian kebijakan-kebijakan dari pemerintah apa saja, tapi memang yang kita harapkan bukan hanya optimalisasi peran dari petugas gizi dan petugas kesehatan lainnya, tapi juga nanti kita harapkan optimalisasi dari masukan-masukan untuk membuat kebijakan nanti," ucapnya.

dr. Leli menyampaikan, seminar kesehatan ini sangat penting mengingat sifat ilmu pengetahuan yang selalu berkembang. Peserta tak hanya diberikan pengetahuan, tapi juga diberikan semangat dalam penanganan stunting di masyarakat.

"Mudah-mudahan ini nanti bisa memang bisa membangkitkan lagi semangat petugas gizi, untuk berperan lebih aktif lagi di masyarakat dalam hal percepatan penurunan stunting ini," tuturnya.

Ketua PERGASI DPC Kabupaten Garut, Lili Ghazali menyampaikan, seminar ni merupakan rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 yang jatuh pada tanggal 12 November lalu. 

"Seminar pada hari ini adalah suatu tema yang sekarang tren," ucapnya.

Ia mengungkapkan, sasaran pesertanya yaitu petugas gizi dan bidan yang berkaitan langsung dengan upaya deteksi dini terhadap kasus balita dengan kondisi stunting.

dr. Tan Shot Yen mengungkapkan, kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya tenaga kesehatan agar lebih berkualitas dan tangguh.

"Dan stunting itu memang harus kita cegah karena membuat manusia tidak bisa cuma sekadar tumbuh sesuai tinggi badan yang seharusnya, tetapi juga ada kendala dalam hal kecerdasan," ucapnya. 

Ia berharap seminar ini dapat menjadi bekal yang baik bagi para peserta. Ia juga berpesan kepada para peserta bahwa para tenaga kesehatan khususnya bidan dan ahli gizi merupakan garda terdepan bangsa untuk membuat kualitas manusia Indonesia dapat menjadi lebih bermutu di kemudian hari.

"Jadi ini adalah tugas nasional dan kewajiban kita sebagai nakes, untuk bisa betul-betul menyampaikan apa yang seharusnya membuat gizi masyarakat Indonesia ini betul-betul terpenuhi. Jadi dalam hal ini kita mempunyai kolaborasi untuk mencegah stunting dan itu tidak boleh kita sia-siakan," ungkapnya. (rdp*)

Editor: rdp

Berita Terkait