GPR Widget

Warga Cimahi Bersihkan Sisa Material Pascabanjir

Diterbitkan

Jumat, 23 September 2022

Penulis

humas jabar; Rep No

|

humas jabar; Rep No

70 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA CIMAHI - Banjir yang melanda dua kecamatan di Kota Cimahi, Jawa Barat, telah surut  Banjir tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Cimahi pada Selasa (20/9/2022) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. 

Akibat peristiwa ini, terdapat dua kelurahan di Kota Cimahi terdampak, yaitu Kelurahan Melong di Kecamatan Cimahi Selatan dan Kelurahan Baros di Kecamatan Cimahi Tengah. Dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 80 - 150 sentimeter.

Tercatat banjir berdampak pada 443 KK atau 1.784 jiwa, 445 rumah warga dan 1 tempat ibadah. 

Warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi serta tim gabungan, mulai bergotong royong membersihkan material sampah dan lumpur yang tersisa pascabanjir.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, Tim BPBD Kota Cimahi langsung terjun ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk melakukan pendataan warga terdampak dan kerugian materil lainnya.

"BPBD juga telah mendistribusikan bantuan sandang dan pangan kepada warga yang terdampak," ucap Muhari, Kamis (22/9/2022).

Merujuk informasi prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Cimahi hari ini (22/9/2022) hingga esok (23/9/2022) masih berpeluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir/kilat dan angin kencang.

Sementara itu, dilihat dari analisis kajian inaRISK, wilayah Kota Cimahi memiliki 3 Kecamatan dengan potensi bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi.

Muhari mengimbau kepada pemangku kepentingan di daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi curah hujan tinggi.

"Bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, apabila terjadi hujan sangat deras dengan durasi lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 50 meter, masyarakat diharapkan melakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman," tuturnya.

Editor: admin

Berita Terkait