Aksi Bersih Ciliwung, Pemkot Bogor Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber

Diterbitkan

Senin, 27 April 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bogor

|

Diskominfo Kota Bogor

369 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BOGOR -  Pemerintah Kota Bogor bersama PT Mitra Natura Raya menggelar aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung dalam rangka memperingati Hari Bumi, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri serta para relawan yang melakukan pembersihan sampah di aliran Sungai Ciliwung mulai dari Taman Soedjana Kassan hingga Jembatan Otista.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan kegiatan ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan, khususnya sungai yang memiliki peran penting bagi kehidupan.

Ia mengaku prihatin melihat masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Tetapi sikap dan perilaku kita ternyata masih banyak yang zalim. Kita belum mampu menunjukkan rasa terima kasih kepada alam yang sudah begitu banyak memberi kepada kita. Buktinya apa? Hari ini, dalam kurun waktu dua jam, kita berhasil mengangkat 1,2 ton sampah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dedie Rachim bersama peserta aksi turut mengangkat sampah yang terbawa arus, tersangkut di bebatuan, hingga menumpuk di bantaran sungai.

Ia menyebut sampah yang ditemukan tidak hanya plastik, tetapi juga popok, pakaian bekas, hingga kasur.

Melihat kondisi tersebut, Dedie Rachim meminta masyarakat untuk berhenti membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Bogor terus mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pemilahan serta pengolahan sampah yang masih memiliki nilai manfaat.

“TPS3R akan kita kuatkan, bank-bank sampah akan kita perkuat, dan kelompok-kelompok pecinta lingkungan akan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bogor,” tegasnya.

Selain itu, residu hasil pemilahan sampah di wilayah nantinya akan diolah menjadi energi listrik agar jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat terus ditekan.

“Pada 2028, Bogor memiliki peluang untuk mengolah sampah paling tidak 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Mitra Natura Raya Abi Irawan mengatakan pihaknya juga melibatkan generasi muda dalam kegiatan tersebut agar semakin peduli terhadap kondisi lingkungan.

“Generasi muda harus dilibatkan, karena ke depan merekalah yang akan meneruskan perjuangan menjaga lingkungan,” ujarnya.

(Diskominfo Kota Bogor/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait