Atha Fathurrahman Siswa SDN Waluya 02 Sabet Medali Emas IMEC Olympiade di Malaysia

Diterbitkan

Senin, 10 Agustus 2026

Penulis

Diskominfo Kab. Garut

|

Diskominfo Kab. Garut

389 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KAB. BEKASI - Siswa SDN Waluya 02 Atha Fathurrahman meraih medali emas IMEC Olympiade bidang Matematika di Malaysia, (30/5/2026).

Siswa kelas 2 asal Kecamatan Cikarang Utara tersebut berhasil menunjukkan kemampuan matematika dalam kompetisi tingkat internasional.

“Senang. Waktu nama saya belum dipanggil, mulai dari juara Honorable Mention, juara dua, sampai akhirnya nama saya dipanggil, juara 1, saya sempat keluar air mata,” ujar Atha saat ditemui di sekolah, (7/8/2026).

IMEC Olympiade merupakan kompetisi matematika internasional yang diselenggarakan UniCEP Committee asal Australia dan diikuti peserta berbagai negara.

Atha mengikuti tahapan seleksi melalui kompetisi daring sebelum memperoleh kesempatan tampil pada babak final di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Lombanya di Kuala Lumpur, Malaysia. Saya berangkat naik pesawat bersama ayah, ibu, dan oma. Di sana sekitar tiga hari,” kata Atha.

Orang tua Atha, Rahman, mengatakan putranya mengikuti berbagai kompetisi matematika setelah memperoleh beasiswa dari lembaga bimbingan.

“Awalnya kami ikut les di sebuah lembaga, kemudian Atha mendapatkan beasiswa. Dari sana dia mengikuti berbagai lomba secara online yang memang sudah masuk taraf internasional. Ada babak penyisihan dan final, jadi tidak langsung ikut kemudian mendapatkan juara,” jelas Rahman.

Pada babak final, Atha meraih kategori Gold sekaligus Diamond setelah mampu menjawab sekitar 90 persen soal dengan benar.

“Untuk yang final di Malaysia kemarin, dia mendapatkan dua kategori, satu Gold dan satu Diamond. Diamond itu diberikan untuk penilaian jawaban yang mencapai 90 persen benar,” ungkapnya.

Rahman menyebut minat matematika Atha tumbuh secara alami sejak usia dini tanpa paksaan keluarga untuk mengikuti berbagai perlombaan.

“Kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa. Awalnya dia tertarik dengan planet dan benda-benda bulat, kemudian mulai tertarik dengan negara dan dari situ mulai suka berhitung. Kami melihat minatnya, lalu kami carikan wadah yang sesuai,” tutur Rahman.

Atha telah mengikuti kompetisi matematika sejak taman kanak-kanak dan terus mengembangkan kemampuannya melalui berbagai ajang kompetisi.

“Dari TK dia sudah ikut lomba matematika nasional. Memang waktu itu baru mendapatkan juara harapan, tetapi kami melihat memang sudah ada bakat dan ketertarikan. Ketika mendapatkan kesempatan melalui Olympic Champ, Alhamdulillah bakatnya bisa tersalurkan,” katanya.

Kepala SDN Waluya 02 Eber mengapresiasi prestasi Atha dan menilai kedisiplinan menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi siswa.

“Kalau ingin berprestasi, ya harus disiplin. Kalau ingin menjadi orang baik juga harus disiplin. Disiplin menjadi salah satu program sekolah dan kami terus menanamkan itu kepada anak-anak,” tegas Eber.

Sekolah akan memperkenalkan prestasi Atha kepada warga sekolah sebagai inspirasi agar siswa dan orang tua semakin termotivasi mengembangkan potensi.

“Kami sangat mengapresiasi dan sangat luar biasa atas prestasi Atha. Ke depan, Atha dan siswa kami yang berprestasi lainnya akan kami perkenalkan di lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mendorong anak-anak lain dan para orang tua agar semakin termotivasi,” pungkasnya.

(Diskominfo Kab. Bekasi/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait