PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan infrastruktur dan promosi wisata menjelang reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan reaktivasi bandara merupakan hasil kerja sama Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat.
"Saya ingin ini menjadi sebuah pengalaman yang baik. Sejak awal kami bersama-sama memperjuangkan agar Bandara Husein bisa kembali beroperasi. Kami berbagi tugas dengan Pak Gubernur Dedi Mulyadi. Saya menjaga agar gagasan ini terus hidup. Sedangkan beliau melakukan komunikasi di tingkat pemerintah pusat," ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7/2026).
Upaya tersebut memperoleh landasan setelah terbit Instruksi Presiden pada 26 Mei 2026 untuk mempercepat pengoperasian kembali Bandara Husein.
Farhan menilai kesiapan Kota Bandung harus berjalan beriringan dengan kesiapan penerbangan agar penumpang memperoleh pengalaman perjalanan yang nyaman.
"Jangan sampai penumpang yang datang atau akan berangkat merasa Bandung belum siap. Jangan sampai akses jalannya rusak, parkir tidak tertata, atau layanan transportasi belum memadai. Kesan pertama itu sangat penting," katanya.
Karena itu, Farhan menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung menyelesaikan perbaikan ruas jalan sekitar Bandara Husein.
Pemkot Bandung juga menyiapkan promosi wisata untuk menarik wisatawan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi setelah penerbangan komersial kembali beroperasi.
Farhan menilai harga tiket pesawat yang relatif tinggi menjadi tantangan sehingga Bandung harus menawarkan pengalaman wisata yang menarik bagi calon pengunjung.
"Kami bersama tim ekonomi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sedang mendesain berbagai bentuk promosi agar masyarakat memiliki alasan datang ke Bandung. Jadi bukan hanya terbang ke Bandung, tetapi mereka juga mendapatkan pengalaman wisata, kuliner, belanja, hingga berbagai kegiatan menarik yang hanya ada di Kota Bandung," ujarnya.
Promosi tersebut akan melibatkan pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dunia usaha, dan media agar manfaat ekonomi reaktivasi bandara dirasakan masyarakat secara luas.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi optimistis Bandara Husein kembali menarik wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Menurut Dedi, penerbangan langsung dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan aktivitas hotel, restoran, kuliner, belanja, dan jasa lainnya.
"Dengan adanya Bandara Husein, saya yakin wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei akan kembali datang. Mereka akan lebih lama berada di Bandung, menikmati kuliner, berbelanja, menggunakan jasa perawatan, hingga menginap di hotel-hotel. Ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan sektor hotel dan restoran," kata Dedi.
Dedi juga menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah pusat menyepakati arah baru pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
Ke depan, Kertajati akan difokuskan sebagai pusat industri pertahanan dalam negeri untuk mendukung pengembangan industri strategis nasional.
Pembagian peran tersebut menempatkan Bandara Husein sebagai penggerak konektivitas dan pariwisata, sedangkan Kertajati menjadi pusat industri pertahanan.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)