Bappeda Kabupaten Garut Pantau Kesiapan Pelayanan Kesehatan pada Idulfitri

Diterbitkan

Senin, 31 Maret 2025

Penulis

Humaspemkabgarut

|

Humaspemkabgarut

147 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dalam menghadapi Idulfitri 2025.

Kegiatan ini bertujuan memastikan fasilitas kesehatan siap memberikan layanan optimal bagi masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idulfitri.

Beberapa puskesmas yang dikunjungi di antaranya Puskesmas Cilimus, Cisurupan, Cikajang, Cisandaan, dan Sindangratu.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Garut, Agus Dinar, menyampaikan, berdasarkan hasil pemantauan, seluruh puskesmas tersebut berada dalam kondisi siaga dengan tenaga kesehatan yang berjaga selama 24 jam.

"Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan juga telah dipersiapkan secara optimal, termasuk jadwal piket petugas yang telah disusun di masing-masing puskesmas," kata Agus Dinar, Minggu (30/3/2025).

Dalam kunjungan ke Puskesmas Cikajang, tim monitoring mendapati seorang pasien yang melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Bayi yang lahir prematur dengan berat 1,8 kg tersebut awalnya dilahirkan di praktik bidan mandiri sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di puskesmas.

Sementara itu, di Puskesmas Cisandaan, petugas medis menangani seorang ibu yang mengalami luka robek di dahi akibat kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami kecelakaan saat perjalanan mudik menuju Bungbulang. Diduga sopir mengantuk, menyebabkan kendaraan terperosok ke parit.

Bappeda Kabupaten Garut sendiri, kata Agus berperan dalam mengoordinasikan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan puskesmas, guna memastikan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan bagi pemudik. Selain itu, evaluasi juga dilakukan terhadap kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah pasien selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kepala Puskesmas Cisandaan, Fuad Saepul Hasim, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dengan sistem pembagian tugas dalam dua shift selama 24 jam, mengingat wilayah tersebut rawan kecelakaan. Koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) juga dilakukan secara rutin untuk memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.

“Tanjakan Panganten di Gunung Halimun merupakan salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah kami. Kami berharap hingga H+7 Lebaran, tidak ada kejadian kecelakaan serius, dan semua pemudik dapat tiba dengan selamat serta berkumpul bersama keluarga,” ujar Fuad Saepul Hasim.

Dengan kesiapsiagaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang telah dipersiapkan, diharapkan pelayanan kesehatan bagi para pemudik dan masyarakat sekitar dapat berjalan dengan baik selama periode Idulfitri 2025. (Diskominfo Kab. Garut/Fauziah)

Editor: Fauziah Ismi

Berita Terkait