PORTALJABAR, KAB. GARUT - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong peningkatan keterampilan sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi bagi 412 peserta, (4/8/2026).
Kuliah Umum Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch 3 Kloter 4 Tahun Anggaran 2026 berlangsung di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat.
Abdusy Syakur Amin menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut pada 2025 mencapai 5,9 persen dengan pertanian dan pariwisata sebagai sektor penggerak.
"Kita lihat secara umum bahwa Garut itu adalah kabupaten yang pertumbuhan ekonominya itu masih tahun 2025 pertumbuhan ekonomi 5,9 %. Ada dua sektor yang berpengaruh terhadap ekonomi, yang pertama sektor pertanian dan dua sektor pariwisata," ucapnya.
Ia meminta peserta mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh agar memiliki keterampilan relevan yang meningkatkan produktivitas serta daya saing kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut Nia Gania Karyana menyebut keterampilan barista memiliki peluang kerja seiring berkembangnya hotel, restoran, dan sektor jasa.
"Barista terbuka lebar di Kabupaten Garut, ada hotel, restoran, dan sebagainya. Sehingga BPVP ini tidak hanya sebagai pajangan di rumah, tetapi sebagai wadah peningkatan kompetensi," ujarnya.
Disnakertrans Kabupaten Garut juga menjajaki penyerapan tenaga kerja dengan sejumlah perusahaan, termasuk PT Tactical dan Cardinal, setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
"Jika sudah jelas penempatannya maka Pak Iman memberikan alokasi 1500 tenaga kerja yang dilatih dengan catatan setelah dilatih mampu ditempatkan, mudah-mudahan ini bisa tercapai," katanya.
Untuk menghadapi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Disnakertrans menggandeng tiga balai pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Kerja sama tersebut menghasilkan alokasi paket pelatihan dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang berlangsung Agustus hingga Desember 2026.
Pelatihan berikutnya mencakup perikanan, pertanian, pengolahan sampah, dan perhotelan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
"Nah ini kenapa kami sampaikan, jadi kepada adik-adik dan saudara sekalian yang hadir disini tolong bisa disampaikan ke semua pihak bahwa sebentar lagi akan dibuka pelatihan seperti ini. Hanya tempatnya akan di Kabupaten Garut," pungkas Gania.
Sebanyak 412 peserta asal Kabupaten Garut mengikuti pelatihan dengan materi barista kopi, budidaya kopi, pengolahan hasil perikanan, hingga vokasi agroforestri.
(Diskominfo Kab. Garut/bhf)