Cegah Risiko ISPA, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsil Luncurkan Program RUMASAH

Diterbitkan

Selasa, 27 Oktober 2026

Penulis

Humas Universitas Siliwangi

|

Humas Universitas Siliwangi

99 kali

Berita ini dilihat

4 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANJAR -  Mahasiswa Universitas Siliwangi meluncurkan program Rumah Anti Asap Sampah (RUMASAH) di Desa Mekarharja, Kota Banjar, untuk mengurangi pembakaran sampah dan risiko gangguan pernapasan.

Program yang berlangsung 21–24 Oktober 2026 tersebut menyasar warga Dusun Cibentang melalui edukasi pemilahan sampah, pembuatan biopori, serta pengaktifan kembali bank sampah.

RUMASAH digagas mahasiswa Pembelajaran Berbasis Lapangan (PBL) Kelompok 19 AKSARA (Aksi Bersama Masyarakat) berdasarkan diagnosis komunitas bersama pemerintah desa setempat.

Asap pembakaran sampah mengandung partikel yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sehingga pengelolaan sampah menjadi perhatian utama.

Edukasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga

Kegiatan peluncuran berlangsung di Posyandu Cibentang 1, RW 07, RT 15, Desa Mekarharja, Rabu (21/10/2026), dengan pengenalan tiga program intervensi.

Program SIRKULA (Sinergi Warga dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan) mengedukasi warga memilah sampah organik, anorganik, dan residu melalui diskusi serta permainan edukatif.

Mahasiswa juga mengadakan tes sebelum dan sesudah edukasi untuk membantu mengevaluasi pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah rumah tangga.

Biopori Kurangi Sampah Organik

Melalui Gerakan Masyarakat Pandai Biopori (GEMPAR BIOPORI), mahasiswa bersama warga membuat tujuh lubang biopori di tujuh RT wilayah RW 006 dan RW 007, Kamis (22/10/2026).

Setiap RT memperoleh satu lubang biopori yang dapat dimanfaatkan untuk membantu mengolah sampah organik sekaligus meningkatkan resapan air di lingkungan permukiman.

Selain mengurangi sampah organik yang berpotensi dibakar, biopori dapat menghasilkan kompos untuk menyuburkan tanah dan mendukung lingkungan lebih sehat.

Aktifkan Kembali Bank Sampah

Rangkaian RUMASAH ditutup melalui program Sampah Mekarharja Kelola Bersama (SAMEKAR) di kediaman Kepala Desa Mekarharja, Sabtu (24/10/2026).

Forum diskusi kelompok terarah tersebut melibatkan pengelola bank sampah, Ketua PKK, kepala dusun, kepala desa, Ketua BPD, sekretaris desa, serta kader Posyandu Cibentang 1 dan Cibentang 3.

Peserta membahas kendala operasional Bank Sampah SAMEKAR, kebutuhan pengelola, partisipasi warga, serta langkah mengaktifkan kembali layanan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kepala Dusun Cibentang, Rudi, menyambut baik program tersebut karena membantu warga memahami alternatif pengelolaan sampah tanpa pembakaran.

"Warga jadi paham bahwa sampah tidak harus dibakar. Dengan dipilah dan diolah lewat biopori, lingkungan lebih bersih dan kesehatan warga ikut terjaga," ujarnya.

Melalui tiga intervensi tersebut, mahasiswa PBL 19 Unsil berharap warga membiasakan pemilahan sampah, mengolah sampah organik secara mandiri, dan mengurangi pembakaran sampah di lingkungan permukiman.

(Humas Unsil/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait