Disbudpar Perkuat Branding Bandara Internasional Husein Sastranegara, Angkat Identitas Bandung dan Karya Difabel

Diterbitkan

Selasa, 1 September 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

95 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung memperkuat identitas pariwisata melalui penataan branding di Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan penguatan branding melibatkan pengelola bandara dan pihak swasta.

“Pemerintah Kota Bandung kolaborasi dengan bandara, ada pihak swasta juga. Kita dari kami cukup intensif untuk me-branding Kota Bandung. Tentunya ini belum tuntas, terus akan kita makin matangkan,” ujar Adi di Balai Kota Bandung (31/8/2026).

Penataan tersebut menghadirkan ornamen khas Bandung, termasuk tempat duduk dan elemen berbentuk kabin sebagai bagian dari pengalaman wisatawan.

Layar LED sepanjang sekitar 10 meter juga menampilkan pesan bernuansa Bandung untuk menyambut penumpang sejak tiba di area bandara.

“Yang menjadi ikon itu di sana sudah ada tempat duduk kemudian ada kabin. Itu khas. Apalagi dengan LED yang panjang sampai 10 meter dan menampilkan kata-kata yang Bandung,” katanya.

Sejumlah ungkapan khas seperti “wilujeng landing” dan “sampurasoon” digunakan untuk memperkuat pengalaman wisatawan saat memasuki Kota Bandung.

Konsep penataan tersebut telah mendapat persetujuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan dikembangkan bersama desainer untuk memperkuat identitas kota.

Selain visual khas Bandung, Disbudpar menampilkan karya seni penyandang disabilitas untuk membawa pesan inklusivitas kepada wisatawan.

Salah satu karya yang ditampilkan merupakan lukisan Muhammad Syafiq atau Oki yang sebelumnya hadir dalam rangkaian Asia Afrika Festival.

Karya tersebut dinilai menunjukkan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi melalui kreativitas sekaligus memperkenalkan Bandung sebagai kota inklusif.

“Dibuatnya juga oleh difabel. Kalau buat Pak Wali, Bandung itu kota inklusif, kota yang sangat terbuka. Siapa pun bisa memberikan kontribusi buat Kota Bandung,” kata Adi.

Disbudpar juga mengevaluasi dampak kembali beroperasinya penerbangan komersial di Bandara Internasional Husein Sastranegara sejak 14 Agustus 2026.

Evaluasi mencakup stabilitas frekuensi penerbangan dan jumlah penumpang melalui koordinasi dengan pengelola bandara.

“Kita mungkin akan evaluasi ini di bulan Agustus seperti apa. Penerbangan juga karena baru bulan pertama, bahkan setengah bulan. Kita nanti koordinasi juga dengan pihak bandara,” katanya.

Adi memperkirakan peningkatan wisatawan mancanegara menjadi dampak paling potensial dari kembali aktifnya penerbangan di Bandara Husein.

“Kalau saya melihat yang sangat akan berubah itu adalah jumlah kunjungan wisman, wisatawan mancanegara. Mungkin ini akan lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait