PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat menggelar forum komunikasi dengan para humas organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kamis (10/9/2026). Pelaksanaan forum komunikasi kali ini bekerja sama dengan PT Bio Farma.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT Bio Farma terus-menerus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya vaksin.
Kepala Departemen Komunikasi Pemasaran PT Bio Farma Edwin Garna Poringadi mengatakan, vaksin bukan sesuatu yang sangat melekat di keseharian masyarakat. Masih sedikit orang yang menyelipkan rencana vaksin dalam jadwal hariannya. Hal itu menjadi tantangan bagi PT Bio Farma.
Untuk mengatasinya, strategi komunikasi menjadi kunci. Alih-alih langsung meminta masyarakat divaksin, Edwin memilih melakukan sosialisasi melalui pendekatan kegiatan sehari-hari.
"Misalnya saat hendak mau ikut kegiatan lari, supaya fisik sehat saat lari, lebih baik divaksin terlebih dulu," ujar Edwin di PT Bio Farma.
Edukasi tentang pentingnya vaksin dilakukan melalui berbagai media, baik media massa maupun media sosial.
Selain itu, tantangan yang dihadapi PT Bio Farma dalam memberikan vaksin yakni keraguan masyarakat. Hal ini diatasi dengan merangkul pakar yang ahli di bidangnya. Contohnya, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dilibatkan dalam menyosialisasikan kehalalan vaksin. Dokter pun dilibatkan untuk mengedukasi masyarakat tentang keamanan vaksin.
PT Bio Farma juga mengadakan program, seperti "Satu Juta Vaksin bagi ASN" untuk mendekatkan vaksin kepada para ASN. Program yang bertujuan mencegah kanker serviks itu dijalin bekerja sama dengan KORPRI.
Dengan pendekatan-pendekatan seperti itu, masyarakat diharapkan dapat semakin menyadari pentingnya vaksin.
Edwin pun berharap, strategi komunikasi yang dijalankan PT Bio Farma bisa menjadi contoh bagi para Humas OPD Pemprov Jabar dalam menyosialisasikan program kepada masyarakat.