Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan, Bupati Garut Hadiri Podcast Bersama Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu

Diterbitkan

Kamis, 23 Juli 2026

Penulis

Diskominfo Kab. Garut

|

Diskominfo Kab. Garut

28 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri Podcast Rotinsulu Care Live di Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Tarogong Kidul (21/7/2026) guna memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut membahas penguatan layanan primer, layanan rujukan, sumber daya manusia, sistem informasi, dan jaminan kesehatan di Kabupaten Garut.

Abdusy Syakur mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut terbantu dengan keberadaan Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu di tengah keterbatasan sarana dan tenaga kesehatan.

"Intinya adalah menjelaskan tentang peranan rumah sakit ini dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut. Tentunya saya, kami Pemerintah Kabupaten Garut, sangat merasa terbantu, dan kita juga merasa bahwa tantangan yang kita alami adalah keterbatasannya sarana kesehatan dan tenaga kesehatan," ucapnya.

Ia menjelaskan, lahan yang digunakan klinik merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Garut serta berpeluang diperluas untuk mendukung peningkatan status menjadi rumah sakit.

Abdusy Syakur juga meminta pengelola memanfaatkan media digital dan media luar ruang agar masyarakat semakin mengenal layanan kesehatan yang tersedia.

"Ya, pastinya saya meminta ke beliau, ini salah satu upaya kita untuk mensosialisasikan dengan tadi membuat Instagram, Facebook, dan lain-lain," tuturnya.

Selain itu, Abdusy Syakur mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, termasuk di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet dan Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu, terutama untuk penanganan tuberkulosis.

"Alhamdulillah Bu Kadis sudah kerja keras untuk mendeteksi, sudah hampir mencapai target, sehingga mereka tahu dan mereka disadarkan untuk segera berobat. Berobatnya ke mana? Ya, ke sini. Jadi tidak ada alasan untuk tidak berobat," katanya.

Kepala Klinik Utama Dr. H.A. Rotinsulu Garut Sartika Nurwendah mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Garut sejak awal pendirian klinik hingga pengembangannya saat ini.

Ia berharap klinik dapat meningkat menjadi rumah sakit sekaligus menambah layanan spesialis sesuai kebutuhan masyarakat Garut.

"Jadi sekarang kita menjadi Klinik Utama untuk awal sekarang mudah-mudahan nanti ke depan kita bisa meningkat menjadi rumah sakit," ungkapnya.

"Hanya saja pelayanannya sebetulnya tidak hanya spesialis paru saja, tapi kami juga memiliki spesialis penyakit dalam. Dan mungkin ke depan juga kami akan menambah fasilitas ataupun spesialis-spesialis yang lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat Garut," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani menyebut Kabupaten Garut berada di peringkat kedelapan di Jawa Barat dengan estimasi sekitar 12 ribu penderita tuberkulosis.

Menurutnya, deteksi dini dan pengobatan rutin selama enam hingga sembilan bulan menjadi kunci memutus penularan penyakit tersebut.

"Tapi memang kita itu sedang gencar-gencarnya mencari. Dicari sebanyak-banyaknya untuk dideteksi lebih dini, kemudian diobati secepatnya agar sampai tuntas, sehingga menghentikan penularan. Dan diharapkan nanti ke depannya kasusnya tambah turun," ucapnya.

(Diskominfo Kab. Garut/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait