Embracing the Journey, Komunitas Lingkaran Seni Hadirkan Jejak Sejarah, Kemanusiaan, dan Kepedulian Lingkungan

Diterbitkan

Rabu, 12 Agustus 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

317 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Komunitas Lingkaran Seni menghadirkan pameran lukisan Embracing the Journey untuk mengajak masyarakat mengenang sejarah dan peduli lingkungan.

Pameran berlangsung 11–24 Agustus 2026 di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung sebagai kelanjutan Unity–Bandung Art Project 1–2024.

Pameran mempertemukan karya perupa dengan beragam latar dan gaya yang mengangkat perjalanan, ingatan, sejarah, serta kepedulian sosial.

Ketua Komunitas Lingkaran Seni Moya Kamaruddin mengatakan pameran tersebut mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan yang telah dilalui.

“Embracing the Journey bukan hanya sekadar tema. Ini adalah sebuah ajakan untuk berhenti sejenak, menatap kembali jejak yang telah kita lalui sebagai bangsa, berani memeluk segala liku yang membentuk kita hari ini," katanya, Senin (10/8/2026).

Menurut Moya, karya seni dapat menjadi jejak perjalanan sekaligus ruang untuk menghidupkan kembali ingatan, pengalaman, dan kepedulian.

Pameran tersebut juga menjadi wadah perupa Bandung berkarya bersama dengan semangat persatuan, solidaritas, kepedulian, dan kasih sayang.

Salah satu karya Muktar mengangkat tema Palestina sebagai ekspresi kegelisahan terhadap kondisi di Gaza sekaligus doa untuk perdamaian.

“Saya sebagai pelukis hanya bisa support dengan simbol dan karya tentang Palestina. Dan hanya bisa berdoa, semoga hal ini cepat terselesaikan,” tuturnya.

Karya Menyapa Alam juga mengajak generasi muda mengenal dan menjaga lingkungan melalui kedekatan dengan air, tanah, serta udara.

Perjalanan sejarah Bandung ditampilkan melalui karya Teddy Osman yang mengangkat suasana kota tempo dulu berdasarkan dokumentasi foto lama.

Teddy menghadirkan kembali bangunan heritage dan suasana Bandung yang sebagian telah hilang melalui interpretasi personalnya sebagai seniman.

Selain apresiasi seni, pameran tersebut membawa manfaat sosial melalui sebagian hasil penjualan karya untuk membantu rekonstruksi pascabencana.

Dana tersebut akan disumbangkan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabanjir bandang di Desa Pantai Cempaka, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui pameran tersebut, Komunitas Lingkaran Seni menjadikan seni sebagai ruang mengingat, menginspirasi, berbagi, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait