Festival Seni & Budaya Tamansari Hidupkan Kembali Budaya yang Mulai Terlupakan

Diterbitkan

Selasa, 18 Agustus 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

208 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengajak masyarakat mengenali kembali budaya tradisional melalui Festival Seni & Budaya Tamansari 2026.

Festival bertema “Neuleuman Walungan” tersebut digelar di kawasan Tamansari 15/8/2026 dengan berbagai kegiatan seni, budaya, dan lingkungan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Nuzrul Irwan Irawan mengatakan festival menjadi implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Festival tersebut mengacu pada 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK) yang menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya Kota Bandung.

Kepala Bidang Pengkajian Budaya Indra Andika Arifiana mengatakan pengenalan kembali budaya tradisional penting dilakukan agar keberadaannya tidak semakin terlupakan.

“Kita harus melestarikan OPK tentang kebudayaan yang sudah mulai hilang. Pemerintah bisa mengenalkan kembali mainan-mainan tradisional yang tadi kita saksikan bersama,” tutur Indra.

Kaulinan barudak menjadi salah satu kegiatan festival yang memperkenalkan permainan tradisional Sunda kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Selain permainan tradisional, festival menghadirkan kukuyaan, bebersih sungai, karnaval sungai, lomba masak hasil Buruan SAE, dan pagelaran seni Sunda.

Cecep Agus Setiawan dan Ayka Salsabila Fandani selaku Wanoja Jajaka Budaya Jawa Barat 2026 menilai festival membuka ruang pelestarian budaya secara langsung.

“Ini salah satu upaya pelestarian budaya untuk menjaga tetap lestari, mulai dari makanan tradisional, kaulinan barudak yang mungkin sudah sedikit hilang atau terlupakan, sekarang kita bisa melihat lagi dan melestarikannya lagi,” ujar Cecep.

Kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sehingga festival menghadirkan ruang promosi produk masyarakat.

Rangkaian kukuyaan dan bebersih sungai menghubungkan pelestarian budaya dengan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Beragam kegiatan memungkinkan warga mengenal budaya melalui pengalaman langsung, mulai permainan, makanan, seni pertunjukan hingga aktivitas komunitas.

Festival tersebut diharapkan membuat budaya yang mulai terlupakan kembali dikenal masyarakat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait