Hidupkan Masjid sebagai Pusat Kebaikan, Pemkot Bandung Dorong Peran Aktif Umat

Diterbitkan

Senin, 17 Agustus 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

362 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong Masjid Agung Bandung menjadi pusat kebaikan sekaligus kekuatan umat.

Farhan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Tabligh Akbar dan Tasyakur Bini’mah menyambut HUT ke-81 RI di Masjid Agung Bandung.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung Bandung pada 15 Agustus 2026 dengan dihadiri masyarakat dan jemaah.

Menurut Farhan, Masjid Agung Bandung merupakan warisan pendiri Kota Bandung sekaligus aset umat yang berperan dalam kehidupan keagamaan.

Masjid yang berdiri hampir dua abad tersebut kini berstatus 100 persen wakaf dan menjadi tanggung jawab umat.

“Masjid ini bukan milik pemerintah tetapi milik umat 100 persen. Keberlangsungan masjid ini tidak boleh tergantung lagi kepada pemerintah. Masjid ini harus hidup oleh umat Islam seluruh Kota Bandung,” kata Farhan.

Pemerintah tetap memberikan dukungan berupa stimulan dan kolaborasi untuk membantu keberlangsungan berbagai kegiatan kemasjidan.

Namun, Farhan menegaskan peran utama dalam memakmurkan Masjid Agung Bandung harus berasal dari masyarakat.

Menurutnya, memakmurkan masjid tidak selalu berkaitan dengan dukungan finansial, tetapi juga kehadiran dan aktivitas masyarakat.

Kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga juga menjadi bagian penting memakmurkan masjid.

Pemkot Bandung bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kini menjajaki penghimpunan dana masyarakat melalui instrumen pasar modal syariah.

Gagasan tersebut terinspirasi pengelolaan pembiayaan Masjid Istiqlal melalui produk investasi keuangan syariah yang dapat mendukung masjid wakaf.

“Kami bersama Baznas kemarin datang ke Bursa Efek Indonesia mencari kemungkinan untuk melaksanakan sebuah upaya seperti yang dilakukan Masjid Istiqlal yaitu mencari dana masyarakat melalui Bursa Efek agar produk-produk investasi keuangan syariah dapat disalurkan kepada masjid-masjid yang sudah 100 persen wakaf,” ujar Farhan.

Farhan juga melihat peningkatan jumlah jemaah dalam kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan di Masjid Agung Bandung.

Peningkatan tersebut menunjukkan kehidupan keagamaan masyarakat Kota Bandung semakin aktif dan terus berkembang.

“Artinya memang semakin lama semakin jelas bahwa Kota Bandung adalah salah satu kota yang memiliki kegiatan-kegiatan religi keislaman yang sangat kuat dan harus dibangun terus,” jelasnya.

Farhan berharap Masjid Agung Bandung menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk beribadah sekaligus menyebarkan kebaikan.

Masjid tersebut diharapkan mampu memberi manfaat sosial bagi warga di tengah aktivitas perdagangan, pemerintahan, perekonomian, dan masyarakat Kota Bandung.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait