Hingga Agustus 2026, Penurunan Kabel di Kota Bandung Tuntas di 42 Ruas Jalan

Diterbitkan

Senin, 24 Agustus 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

2 rb kali

Berita ini dilihat

2 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menuntaskan penurunan kabel udara di 42 ruas jalan hingga Agustus 2026 demi menata infrastruktur kota.

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Indra Arief Budyana, mengatakan program tersebut terus dilanjutkan bertahap.

Pemkot Bandung menargetkan penurunan kabel udara tuntas di 85 ruas jalan sepanjang 2026 untuk menciptakan infrastruktur kota yang lebih tertata.

“Sekarang sudah selesai 42 ruas jalan. Minggu ini dilanjutkan ke Jalan Karapitan. Untuk tahap kedua, 45 ruas jalan ditargetkan selesai minggu ini,” ujar Indra di Balai Kota Bandung, 24/8/2026.

Program penurunan kabel dimulai 2 Juni 2026 dari Jalan Merdeka dan berlanjut ke sejumlah ruas jalan pusat aktivitas masyarakat.

Ruas yang telah ditangani meliputi Jalan Merdeka, Wastukancana, Aceh, Perintis Kemerdekaan, Tamblong, Lembong, hingga Jalan Cilaki.

Penataan tersebut dilaksanakan melalui penugasan kepada PT Bandung Infra Investama (BII) dengan menyiapkan saluran infrastruktur TIK sebelum kabel dipindahkan.

Operator telekomunikasi memiliki waktu maksimal tiga bulan setelah infrastruktur pengendalian selesai untuk memindahkan kabel dari udara.

“Setelah selesai infrastrukturnya, tiga bulan harus turun. Jadi operator punya waktu tiga bulan untuk menurunkan kabel. Karena mungkin start-nya kurang pas, banyak yang kejar-kejaran,” ungkapnya.

Keterlambatan pemindahan kabel masih ditemukan karena kesiapan sambungan pelanggan belum seluruhnya dapat dipindahkan secara bersamaan.

Untuk mencegah gangguan layanan, Diskominfo bersama BII telah menyampaikan pemberitahuan kepada operator sejak November 2025.

“Pemberitahuannya minimal dua minggu sebelum pelaksanaan sudah kami layangkan. Sebenarnya dari tahun sebelumnya, dari November 2025, ruas-ruas jalan yang akan diturunkan sudah diberitahukan,” jelasnya.

Mulai September 2026, penataan menyasar ruas lebih panjang dan padat aktivitas seperti Jalan Gatot Subroto, Ahmad Yani, serta Sudirman.

“Bulan September mungkin banyak ruas-ruas yang panjang seperti Gatot Subroto, Ahmad Yani, Sudirman. Selain panjang, lebih dari tiga kilometer, juga banyak keramaian,” ujarnya.

Diskominfo akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan unsur kewilayahan untuk menjaga kelancaran aktivitas warga.

Setelah Jalan Karapitan, penurunan kabel dilanjutkan ke Jalan Cihampelas dan sejumlah ruas dengan kepadatan pelanggan internet yang tinggi.

“Karapitan cukup panjang. Kemudian minggu depan Cihampelas. Ke depannya ada Jalan Sudirman dan Gatot Subroto. Itu yang rawan karena kiri kanannya sudah banyak pelanggan internet,” katanya.

Indra mengimbau pemilik usaha dan pelanggan internet menghubungi penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) sebelum pekerjaan dimulai.

Langkah tersebut membantu pelanggan memindahkan sambungan lebih awal sehingga risiko terputusnya akses internet selama pekerjaan dapat ditekan.

“Untuk masyarakat segera kontak operator atau ISP-nya untuk siap-siap. Kalau ada pengendalian, agar disambungkan terlebih dahulu. Jangan menunggu pengendalian baru disambungkan,” katanya.

Pelaku usaha yang membutuhkan internet tanpa jeda juga disarankan menyiapkan koneksi cadangan untuk mengantisipasi gangguan layanan sementara.

“Jangan sampai terutama usaha mengalami kekosongan internet. Jangan sampai internet mati,” imbaunya.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait