Kelainan Darah Sering tak Bergejala, Pemeriksaan Rutin Jadi Kunci Deteksi Dini

Diterbitkan

Kamis, 11 Juni 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

171 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Agung Firmansyah Sumantri mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan darah rutin untuk mendeteksi anemia, talasemia, leukemia, dan berbagai kelainan darah lain yang sering berkembang tanpa gejala dalam SONATA Talkshow di Kota Bandung (10/6/2026).

Banyak kelainan darah baru diketahui setelah seseorang menjalani pemeriksaan laboratorium meski merasa sehat dan tidak mengalami keluhan.

Agung menjelaskan, anemia merupakan salah satu kelainan darah yang paling sering ditemukan dengan tingkat keparahan ringan, sedang, hingga berat.

“Pada anemia ringan, sering kali seseorang tidak merasakan gejala apa pun karena tubuh masih mampu melakukan kompensasi. Biasanya keluhan baru mulai muncul ketika kadar Hb sudah sangat rendah,” ujarnya.

Gejala yang mulai muncul antara lain mudah lelah, lesu, sulit berkonsentrasi, hingga sesak napas.

Sebagian kasus anemia ditemukan saat warga menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Perempuan menjadi kelompok yang cukup rentan mengalami anemia akibat menstruasi dan faktor asupan gizi yang kurang memadai.

Kondisi tersebut juga perlu mendapat perhatian bagi perempuan yang akan menikah dan merencanakan kehamilan karena anemia pada ibu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk stunting pada anak.

Selain anemia, Agung mengingatkan masyarakat mengenai penyakit darah turunan seperti talasemia dan hemofilia yang dapat diwariskan dari orang tua kepada anak.

“Thalasemia menjadi perhatian karena banyak penderitanya tidak bergejala. Jika kedua pasangan sama-sama membawa sifat talasemia, anak yang dilahirkan berisiko mengalami talasemia mayor yang membutuhkan transfusi darah seumur hidup,” jelasnya.

Karena itu, pasangan yang akan menikah dianjurkan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan darah yang dapat diturunkan kepada keturunan.

Agung menerangkan, pemeriksaan darah rutin juga dapat membantu mendeteksi infeksi, gangguan autoimun, hingga kanker darah seperti leukemia melalui pemeriksaan sel darah putih atau leukosit.

Kelainan pada trombosit juga dapat menjadi indikator adanya demam berdarah, infeksi kronis, maupun gangguan pembekuan darah.

“Terkadang penyakit darah bukan berdiri sendiri, tetapi menjadi penanda adanya penyakit lain di dalam tubuh. Karena itu pemeriksaan darah rutin sangat penting sebagai langkah deteksi dini,” katanya.

Pemeriksaan darah dasar yang meliputi hemoglobin, leukosit, dan trombosit sudah dapat memberikan gambaran awal kondisi kesehatan seseorang dan tersedia di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas.

Warga berusia di bawah 40 tahun tanpa keluhan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala setiap beberapa tahun.

Masyarakat yang sering merasa cepat lelah, mengantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, atau mengalami keluhan yang tidak jelas penyebabnya disarankan segera menjalani pemeriksaan darah.

Edukasi tersebut diharapkan mendorong warga lebih peduli terhadap kesehatan dan melakukan deteksi dini agar gangguan darah dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait