Kisah Kedai Imah Seuri: Satu Piring, Seribu Harapan Anak Yatim

Diterbitkan

Selasa, 23 Juni 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

103 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Kedai Imah Seuri di Jalan Terusan Sutami, Kota Bandung menjadi ruang pemberdayaan anak yatim dan duafa melalui usaha kuliner yang menggabungkan kegiatan ekonomi dan pembinaan sosial sejak 2023 sebagai upaya menciptakan kemandirian dan kepercayaan diri anak binaan (19/6/2026).

Kedai tersebut berawal dari gagasan Kang Zaehanan yang mendirikan rumah pembinaan pada 2010 setelah menunaikan ibadah haji untuk memberikan ruang aman bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan dan tekanan sosial.

“Anak-anak ini perlu tempat untuk tumbuh dan percaya pada dirinya sendiri. Di sini mereka didorong untuk produktif, kreatif, dan menemukan potensi terbaik yang mereka miliki,” ujar Kang Zaehanan.

Seiring waktu, kedai ini berkembang menjadi ruang sosial yang tidak hanya menyediakan makanan, tetapi juga wadah interaksi, pembelajaran, dan penguatan mental bagi anak-anak binaan.

Sekitar 15 hingga 20 anak binaan aktif mengikuti kegiatan di Kedai Imah Seuri, terutama pada akhir pekan, dengan keterlibatan sukarela dalam pelayanan pelanggan sebagai bagian dari proses pembelajaran sosial.

“Tidak ada paksaan. Mereka menganggapnya seperti bermain dagang-dagangan. Justru mereka yang berlomba-lomba ingin membantu dan melayani,” katanya.

Keberadaan kedai ini juga menjadi sumber pendanaan bagi program pembinaan anak yatim dan duafa, dengan sebagian keuntungan dialokasikan untuk pendidikan dan pengembangan mereka.

Selain itu, Kedai Imah Seuri menghadirkan suasana hangat dengan berbagai karya kreatif anak binaan yang dipajang dan sebagian dapat dibeli oleh pengunjung sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat mereka.

Menu yang ditawarkan meliputi Nasi Goreng Kecombrang, Nasi Goreng Teri, Roti Panas Dingin, hingga Pempek Tower dengan harga mulai dari Rp10.000 dan operasional setiap hari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Kisah ini menjadi contoh kolaborasi antara kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi yang menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak binaan serta masyarakat sekitar.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait