Kolaborasi dengan Pemprov, Pemkab Bekasi Perluas Akses Kerja Melalui Job Fair Online Jawa Barat

Diterbitkan

Kamis, 17 September 2026

Penulis

Prokopim Pemkab. Bekasi

|

Prokopim Pemkab. Bekasi

492 kali

Berita ini dilihat

1 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KAB. BEKASI - Pemkab Bekasi bersama Pemprov Jawa Barat memperluas akses informasi dan kesempatan kerja melalui Job Fair Online Jawa Barat.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan tersebut di Kantor Pengelola Kawasan MM2100, Cikarang Barat, Rabu (16/9/2026).

Kolaborasi tersebut memanfaatkan platform digital Nyari Gawe untuk mempertemukan informasi lowongan kerja dengan masyarakat pencari kerja.

Pemkab Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan menghimpun perusahaan di wilayahnya agar mempublikasikan informasi lowongan melalui Job Fair Online Jawa Barat.

Masyarakat dapat mengakses informasi lowongan melalui platform Nyari Gawe dan aplikasi Nyari Gawe yang dikembangkan Pemprov Jawa Barat.

Asep mengatakan, Pemkab Bekasi terus mendorong perusahaan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi.

Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi dan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan untuk menyampaikan pentingnya membuka lowongan bagi masyarakat lokal.

“Saya sudah datang langsung ke perusahaan-perusahaan, salah satunya untuk meminta agar mereka membuka lowongan kerja sebagaimana yang kita tetapkan, dan dibuka untuk masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Selain itu, Asep akan mengumpulkan pengelola kawasan industri untuk membahas kebutuhan tenaga kerja dan memperluas kesempatan bagi warga Kabupaten Bekasi.

Asep menyebut, Kabupaten Bekasi memiliki sedikitnya 11 kawasan industri yang menjadi bagian penting aktivitas perekonomian daerah.

Karena itu, keterlibatan perusahaan di kawasan industri diperlukan untuk memperluas informasi lowongan dan memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.

“Saya akan mengumpulkan semua kawasan industri di Kabupaten Bekasi. Kita akan meminta kepada perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut agar mengutamakan rekrutmen masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Bekasi,” katanya.

Namun, Asep mengakui masih terdapat tantangan terkait kesiapan sumber daya manusia yang belum seluruhnya sesuai kriteria dan kebutuhan perusahaan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Bekasi untuk memperkuat pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Pihaknya memastikan lulusan SMA, SMK, perguruan tinggi, dan jenjang pendidikan setara memiliki pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan industri.

“Ini menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Bekasi agar setiap lulusan, baik SMA, SMK, maupun yang setara, bahkan diploma atau sarjana, bisa menjadi SDM yang mumpuni dan punya bekal ilmu yang dicari oleh perusahaan,” ungkap Asep.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Job Fair Online dilaksanakan secara berkelanjutan agar informasi kesempatan kerja rutin diterima masyarakat.

Ia meminta Pemkab Bekasi terus mengajak perusahaan berpartisipasi dan mempublikasikan lowongan kerja secara terbuka.

Dedi menilai keterbukaan informasi lowongan kerja dapat memperluas akses masyarakat sekaligus mengurangi praktik percaloan dalam pencarian kerja.

“Saya minta agar live Job Fair ini rutin, bisa per minggu misalnya. Selain bisa menginformasikan kepada masyarakat, kita bisa mengurangi angka pengangguran, lalu kita juga bisa memberantas calo-calo,” ujarnya.

Ia juga mendorong perusahaan di Kabupaten Bekasi yang belum berpartisipasi untuk bergabung dalam Job Fair Online Jawa Barat.

“Ke depannya bisa terus diajak perusahaan-perusahaan untuk mempublikasikan informasi lowongan kerja secara terbuka agar semakin banyak masyarakat luas yang mengetahuinya,” harapnya.

(Prokopim Pemkab Bekasi/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait