Kota Bandung Tetapkan Lima Fokus Baru, Farhan: Potensi Harus Jadi Investasi Nyata

Diterbitkan

Kamis, 25 Juni 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

522 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung menetapkan lima fokus investasi baru untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat (24/6/2026).

Lima sektor prioritas tersebut meliputi heritage tourism, medical tourism, sport tourism, pengembangan Bandung Timur, dan kawasan Transit Oriented Development atau TOD.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menutup rangkaian Bandung Investment Forum 2026 di Hotel Holiday Inn Pasteur.

Farhan menegaskan, potensi yang dimiliki Kota Bandung harus diwujudkan menjadi investasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Kota Bandung adalah kota yang memang penuh dengan peluang. Peluangnya tidak berhenti di Kota Bandung, tetapi harus menjadi sesuatu yang bisa diwujudkan menjadi investasi nyata," ujarnya.

Menurutnya, lima sektor prioritas tersebut dipilih berdasarkan karakter daerah serta hasil pembahasan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Pada sektor heritage tourism, Pemerintah Kota Bandung mendorong pemanfaatan bangunan cagar budaya agar tetap lestari dan bernilai ekonomi.

Pemerintah juga menyiapkan insentif bagi pemilik bangunan cagar budaya untuk mendukung pelestarian sekaligus pemanfaatan produktif.

Di bidang medical tourism, Kota Bandung diarahkan menjadi tujuan layanan kesehatan, estetika, dan wellness yang berkualitas.

Keunggulan sebagai kota pendidikan dinilai menjadi modal penting dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang kesehatan.

"Kalau dulu orang datang ke Bandung untuk belanja atau kuliner, ke depan saya ingin orang datang ke Bandung juga untuk mendapatkan layanan kesehatan dan estetika," katanya.

Sektor sport tourism juga menjadi perhatian karena mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan olahraga yang mampu menarik peserta dan pengunjung dari berbagai daerah.

"Sport tourism bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi juga menghadirkan kebanggaan dan emosi masyarakat terhadap kotanya," ucapnya.

Selain itu, Bandung Timur diproyeksikan menjadi koridor investasi baru dengan berbagai peluang pengembangan kawasan strategis.

Wilayah Ujungberung, Cibiru, dan sekitar Stasiun Kereta Cepat Indonesia China Tegalluar dinilai memiliki prospek investasi menjanjikan.

Kawasan tersebut berpotensi berkembang melalui wisata alam, pusat komersial, olahraga, dan kawasan berbasis transit.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung Eric M. Attauriq menjelaskan, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis.

Rekomendasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan peta jalan investasi Kota Bandung yang adaptif dan berkelanjutan.

"Melalui diskusi intensif yang telah dilaksanakan, kita tidak hanya menyusun rekomendasi kebijakan, tetapi juga membangun kesamaan persepsi untuk menyelesaikan berbagai tantangan regulasi, mewujudkan kepastian hukum, serta menyusun peta jalan investasi Kota Bandung yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan global," katanya.

Eric berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat diwujudkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat iklim investasi daerah.

Investasi yang tumbuh berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing Kota Bandung.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait