PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung melantik 41 aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, melantik dan mengambil sumpah 41 pejabat manajerial di Ruang Serbaguna Balai Kota Bandung (31/8/2026).
Farhan meminta pejabat yang dilantik menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan melayani masyarakat.
“Kepada seluruh para pejabat yang dilantik, saya menekankan tiga kata. Integritas, integritas, integritas. Tidak ada yang lebih penting di mata masyarakat tentang para pejabat yang menjalankan pemerintahan selain kata integritas,” ujarnya.
Selain integritas, Farhan menekankan penerapan prinsip tiga P, yakni kepantasan, kepatutan, dan kepatuhan dalam setiap keputusan.
“Prinsip 3P, pantas, patut, dan patuh, harus menjadi patokan kita dalam menjalankan pemerintahan. Tujuannya adalah menjaga integritas,” katanya.
Kemampuan teknis, menurut Farhan, perlu disertai kecakapan membaca situasi, memahami persoalan, dan berkomunikasi dengan berbagai pihak.
Pejabat juga dituntut mampu berkomunikasi dengan pimpinan, rekan kerja, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), serta masyarakat secara efektif.
Perhatian khusus diberikan kepada camat, lurah, sekretaris kecamatan, sekretaris kelurahan, dan kepala seksi yang berhadapan langsung dengan warga.
Farhan menyebut pejabat kewilayahan menghadapi persoalan kompleks, mulai administrasi, penegakan aturan, penertiban, program pemerintah, hingga persoalan sosial.
“Wali kota, camat, dan lurah adalah tiga jabatan yang harus memiliki kemampuan 360 derajat. Tidak bisa hanya menguasai satu bidang saja,” ungkapnya.
Penanganan pedagang kaki lima (PKL) dan penegakan peraturan daerah di Kecamatan Bandung Kulon serta Kelurahan Cijerah menjadi contoh kebutuhan respons cepat aparatur.
“Respon cepat sekarang menjadi tuntutan masyarakat tanpa perlu menciptakan drama di media sosial. Karena itu kemampuan mengelola wilayah dan kemasyarakatan menjadi kunci keberhasilan,” ujarnya.
Farhan juga meminta pejabat menjaga komunikasi dengan DPRD Kota Bandung untuk mendukung kelancaran pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Kehadiran Ketua DPRD dan para wakil ketua DPRD menunjukkan pelantikan ini memiliki nilai strategis. Menjaga komunikasi dengan DPRD menjadi salah satu kunci keberhasilan kerja kita,” tuturnya.
Ia berharap 41 pejabat tersebut menjalankan amanah secara bertanggung jawab untuk mendukung visi Bandung Utama, yakni Bandung yang Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)