Migimo, Pecahkan Berbagai Persoalan PMI

Diterbitkan

Rabu, 1 Juli 2026

Penulis

Rilis Humas Jabar

|

Rilis Humas Jabar

188 kali

Berita ini dilihat

2 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Startup koperasi digital Migimo asal Jawa Barat lolos ke tahap Practitioner Training PIDI DIGDAYA x Hackathon 2026 setelah masuk 480 besar dari lebih 800 tim peserta nasional (29/6/2026).

Kompetisi tersebut didukung Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, APUVINDO, dan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia.

Migimo dikembangkan untuk membantu Pekerja Migran Indonesia memperoleh manfaat ekonomi lebih besar melalui sistem remitansi dan kepemilikan usaha.

Founder dan CEO Tata Sugiarta menjelaskan, Migimo lahir dari pengalaman sebagai purna Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di Jepang selama 2014 hingga 2017.

Migimo menawarkan skema Economic Sharing Remittance agar sebagian keuntungan transaksi pengiriman uang kembali kepada anggota koperasi.

Platform tersebut juga menghadirkan Remote Business Ownership sehingga Pekerja Migran Indonesia dapat memiliki saham usaha di Indonesia tanpa pulang ke tanah air.

Kedua model itu telah memperoleh perlindungan hukum melalui Merek Terdaftar Nomor IDM001418728 dan Hak Cipta Nomor 001058913 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Hingga Mei 2026, Migimo mencatat Gross Transaction Value Rp136 juta dengan lebih 100 anggota serta 86 calon anggota menunggu verifikasi.

Jaringan Migimo telah menjangkau 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat hingga Pennsylvania, Amerika Serikat.

Tim Migimo juga menjalani audiensi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta menandatangani Non-Disclosure Agreement dengan PT Bank Mandiri untuk integrasi API QRIS Cross Border.

Sebelum lolos PIDI DIGDAYA x Hackathon 2026, Migimo masuk Top Tujuh Garuda Spark, Top 38 Startup Layak Didanai ICEFF 2025, dan meraih Best Impact & Sustainability Venture Connect 2025.

"Migimo bukan sekadar aplikasi. Ini adalah gerakan ekonomi — agar PMI yang selama ini hanya menjadi penyumbang devisa, akhirnya bisa menjadi pemilik dari ekosistem ekonomi yang mereka bangun sendiri," ujar Tata Sugiarta.

(Rep pun/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait