Muskerda III PD Persis Garut, Bupati Syakur Amin Ajak Sinergi Perluasan Perlindungan Sosial dan Kesehatan

Diterbitkan

Senin, 21 September 2026

Penulis

Diskominfo Kab. Garut

|

Diskominfo Kab. Garut

63 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) III Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Garut di Auditorium IAI Persis Garut, Sabtu (19/9/2026).

Syakur mengapresiasi kontribusi Persis bagi kemajuan masyarakat dan mengajak organisasi tersebut memperkuat dukungan terhadap program jaminan sosial pemerintah.

Syakur memaparkan, dari 2,948 juta penduduk Kabupaten Garut, hampir 1,8 juta orang masuk kategori desil 1–5 atau masyarakat berpenghasilan rendah hingga rentan.

"Ini cerita seperti ini. Dari situlah pemerintah memberikan bantuan kepada mereka yang dianggap tidak mampu dengan pembiayaan pelayanan BPJS. Dari pemerintah pusat ada hampir 1,1 juta orang yang dibayarkan BPJS Kesehatan dan pemerintah Kabupaten Garut kurang lebih 550 ribu orang yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan. Berarti ada masa sisa orang yang belum dibayarkan. Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan kolaborasi dari Persis," ujar Abdusy Syakur Amin.

Selain BPJS Kesehatan, Syakur mendorong lembaga di bawah naungan Persis mendaftarkan anggotanya ke BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, program tersebut memiliki premi sekitar Rp8.400 per bulan dan memberikan perlindungan melalui lima jaminan bagi para pekerja.

Sementara itu, Ketua PD Persis Garut Gun Gun Abdul Basit menyampaikan struktur Persis di Kabupaten Garut terus berkembang.

Dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut, Pimpinan Cabang (PC) Persis kini telah terbentuk di 36 kecamatan.

"Jadi enam kecamatan yang belum ada PC Persis adalah Limbangan, Singajaya, Mekarmukti, Cigedug, Cihurip, dan Cisewu. Insyaallah dalam waktu dekat akan dibentuk PC Persis Cisewu," jelasnya.

Gun Gun menjelaskan masa kepengurusan dalam tradisi organisasi Persis dimaknai sebagai 'masa jihad' yang berlandaskan Al-Qur'an Surat Al-Ankabut Ayat 6.

"Barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Jadi kebaikannya, manfaatnya bukan untuk orang lain tapi kembali kepada dirinya," tambahnya.

Ketua Panitia Muskerda III Uud Suhendrik menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap hasil musyawarah kerja dapat memperkuat syiar dakwah Islam serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Kegiatan bertema "Optimalisasi Gerakan Jihad Persisi dalam Membangun Garut yang Bertaqwa dan Berkelanjutan" tersebut diikuti 150 peserta dari unsur Dewan Penasehat, Tasqih, staf, serta badan otonom Persis Garut.

(Diskominfo Kab. Garut/bhf)

Editor: Humas Jabar

Berita Terkait