Open House Idulfitri 1446 H di Pendopo, Degung Berusia 113 Tahun Kembali Dimainkan

Diterbitkan

Selasa, 1 April 2025

Penulis

Diskominfo Bandung

|

Diskominfo Bandung

199 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar open house Idulfitri 1446 H di Pendopo Kota Bandung dengan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Acara yang berlangsung sederhana ini, dihadiri Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, serta para pejabat Pemkot Bandung.

Di sela-sela open house, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan, pendopo kini menjadi rumah publik yang terbuka bagi masyarakat.

“Sekarang kita mengadakan open house yang sederhana. Pendopo memang kita buat dengan nuansa yang sedikit berbeda,” katanya, Senin (31/3/2025)

Farhan juga mengisahkan, momen istimewa dalam acara ini adalah dibunyikannya kembali degung yang berada di pendopo setelah lebih dari 10 tahun. Degung tersebut dibuat pada tahun 1912 dan terakhir kali berbunyi sekitar satu dekade yang lalu.

"Setelah dilakukan perbaikan selama dua minggu, instrumen khas Sunda ini akhirnya kembali mengalun, menambah kesan sakral pada acara silaturahmi Idulfitri," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga menyampaikan, masyarakat dari berbagai daerah datang ke pendopo.

Hal ini sejalan dengan visinya menjadikan pendopo sebagai ruang terbuka bagi warga Bandung, bukan hanya sebagai kediaman resmi wali kota.

“Kami memang sengaja membuka pendopo ini untuk umum karena kami ingin menjadikannya sebagai rumah publik, bukan hanya rumah pribadi. Akan ada banyak kegiatan publik di sini, termasuk ruang pamer karya-karya budayawan dan seniman terbaik Kota Bandung,” ujarnya.

Selain sebagai ajang silaturahmi, open house ini juga menjadi momen bagi Farhan untuk berkomunikasi langsung dengan jajaran Perangkat Daerah (PD) Kota Bandung.

Farhan mengingatkan, pentingnya kesiapsiagaan PD dalam menerima pengaduan masyarakat, terutama terkait infrastruktur, penanganan sampah, serta keamanan kota.

Selain itu, Farhan juga mengungkapkan, Kota Bandung tidak hanya menjadi tujuan mudik, tetapi juga destinasi wisata.

Lebih rinci, ia menyebut sekitar 150.000 warga Bandung mudik ke kampung halaman, sementara 200.000 pemudik asal Bandung kembali ke kota ini. Selain itu, pada periode H+1 hingga H+7 Lebaran, Kota Bandung diprediksi akan menerima hampir 1 juta wisatawan.

“Kita bersiap menerima hampir 1 juta wisatawan yang akan datang ke Kota Bandung. Jadi, warga Bandung harus siap menjadi tuan rumah yang baik,” katanya.

Farhan berharap, seluruh pemudik dapat menjalani perjalanan dengan aman dan nyaman.

Pemkot Bandung, lanjut Farhan, akan terus berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan kota bagi warganya serta para wisatawan yang datang.

“Semoga semua pemudik dalam perjalanan mudik ini bisa selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat pula. Kami dari Pemerintah Kota Bandung akan menjaga keamanan dan kenyamanan kota sebaik mungkin,” ucapnya. 

Editor: (Diskominfo Kota Bandung/UPI)

Berita Terkait