Pemkab Garut Dorong Peternak Untung Lewat Kontes Domba Tarogong Kaler

Diterbitkan

Selasa, 13 Januari 2026

Penulis

Diskominfo Garut

|

Diskominfo Garut

1,8 rb kali

Berita ini dilihat

3 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KAB. GARUT - Pemkab Garut menggelar Kontes Domba Piala Rektor Universitas Garut di Tarogong Kaler (11/1/2026) untuk menaikkan pendapatan peternak melalui penilaian mutu genetik dan akses pasar yang lebih luas.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Garut Dyah Savitri memimpin dukungan kebijakan agar kontes ini menjadi sarana seleksi domba unggul yang menaikkan harga jual ternak warga.

Acara yang diikuti ratusan peternak dari berbagai kecamatan itu menampilkan puluhan domba Garut berstandar kontes sehingga pembeli memperoleh referensi kualitas yang objektif.

Dyah Savitri menyebut data Diskanak mencatat harga domba kontes bisa naik hingga 30 persen dibanding domba biasa sehingga peternak memperoleh tambahan pendapatan langsung.

Hilmi Aulawi membuka kegiatan atas nama Universitas Garut untuk memastikan kampus memberi pendampingan teknis agar peternak memahami pakan, kesehatan, dan pemuliaan.

Hilmi Aulawi mengatakan, “Kegiatan ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi melalui budaya ternak domba, sektor ini diharapkan menjadi solusi konkret mempercepat pembangunan ekonomi Kabupaten Garut.”

Bahrudin dari Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia Jawa Barat menjelaskan jaringan pembeli dari luar daerah datang sehingga transaksi tidak hanya bergantung pada pasar lokal.

Muhammad Nizar sebagai ketua pelaksana mencatat lebih dari 200 ekor domba terdaftar sehingga perputaran uang pada kontes ini diperkirakan menembus ratusan juta rupiah.

Seorang peternak Tarogong Kaler bernama Dadan menyebut dombanya terjual lebih mahal setelah lolos penilaian sehingga modal pakan kembali dan keluarga terbantu.

Program ini menjawab masalah rendahnya harga ternak rakyat dengan memberi sertifikasi mutu lapangan yang langsung diakui pembeli.

Pemkab Garut menargetkan model kontes berkelanjutan ini menjangkau ribuan peternak di Jawa Barat agar kesejahteraan meningkat melalui komoditas khas daerah. 

Editor: (Diskominfo Kab. Garut/Fau)

Berita Terkait