Pemkot Bandung Perkuat Sinergi dengan NU untuk Pemberdayaan Masyarakat

Diterbitkan

Senin, 26 Oktober 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

102 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  Pemerintah Kota Bandung mendorong keterlibatan Nahdlatul Ulama (NU) hingga tingkat rukun warga (RW) untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat melalui pemberdayaan berbasis kewilayahan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung di Aula Kantor PCNU Kota Bandung, Minggu (25/10/2026).

Farhan menilai jejaring NU yang mencakup pesantren, pengajian, dan masjid dapat memperluas partisipasi warga dalam menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, kemitraan pemerintah dan ulama diperlukan agar kebijakan publik mempertimbangkan nilai, aspirasi, serta kebutuhan masyarakat sejak proses perumusan.

“Kerja sama atau kemitraan ini bersifat sangat strategis. Apa yang dilakukan oleh pemerintah itu harus mendapatkan validasi dari ulama,” ujar Farhan.

Ia menekankan, komunikasi sejak awal dapat membantu pemerintah mengidentifikasi potensi persoalan sekaligus mencari solusi bersama sebelum kebijakan diterapkan.

“Kalau dianggap berpotensi melanggar sebuah prinsip atau mungkin melanggar sebuah hukum tertentu, maka dari awal sudah ada peringatan. Dan yang saya suka adalah tidak hanya peringatan, tapi kita sama-sama cari solusi,” katanya.

NU Didorong Berdayakan Warga

Farhan berharap NU berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat dengan mengoptimalkan jaringan keagamaan dan komunitas yang telah tumbuh di tengah warga.

“NU harus bisa menjadi, dalam tanda kutip, agen pemberdayaan pemerintah,” ucapnya.

Pemkot Bandung juga mendorong penyelesaian persoalan melalui pendekatan kewilayahan dengan melibatkan camat, lurah, pengurus RW, dan masyarakat.

Salah satu upayanya dilakukan melalui program Siskamling Siaga Bencana, yang menjadi ruang bagi Farhan untuk berdiskusi langsung dengan lurah dan ketua RW mengenai persoalan serta kebutuhan warga.

Farhan menilai keterlibatan aparatur wilayah dan masyarakat dapat mempercepat identifikasi masalah sekaligus mendorong solusi yang sesuai dengan kondisi setiap lingkungan.

“Kerja keras saya sebagai seorang wali kota ini makin lama makin ringan. Karena sekarang semangat kepemimpinan sudah menular ke camat dan lurah,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi dengan NU memperluas partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, mengembangkan kepedulian sosial, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Dengan jaringan Nahdlatul Ulama, para kiai sekalian sampai ke level-level masjid RW, kalau satu RW bisa lebih dari dua masjid, ini akan bisa membantu membangkitkan semangat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah setempat,” ujarnya.

Melalui kemitraan tersebut, Pemkot Bandung berharap jejaring NU dapat membantu menjangkau kebutuhan warga hingga tingkat lingkungan dan mendorong pemberdayaan masyarakat yang lebih tepat sasaran.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait