Pemkot Bandung Siapkan 400 Guru Mengaji Bandung Jadi Penggerak Literasi Al-Qur’an

Diterbitkan

Selasa, 6 Oktober 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

78 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  Sebanyak 400 guru mengaji dan unsur tokoh pendidikan Al-Qur’an di Kota Bandung mendapatkan pelatihan metode literasi membaca Al-Qur’an. Mereka dipersiapkan menjadi penggerak yang dapat memperluas gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an hingga ke lingkungan masyarakat.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an dan Pelatihan Guru Mengaji melalui Metode Literasi Membaca Al-Qur’an yang digelar di Hotel Oakwood Merdeka Bandung, Jalan Jawa, Senin (5/10/2026).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, guru mengaji memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan anak-anak dan keluarga dalam lingkungan pendidikan informal.

Menurutnya, tidak semua orang tua yang mampu membaca Al-Qur’an memiliki kemampuan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak. Karena itu, keberadaan guru mengaji menjadi penting untuk membantu keluarga dalam memberikan pendidikan agama dan karakter.

“Rata-rata orang tua itu walaupun pintar ngaji, enggak semuanya pintar ngajar. Kadang-kadang kita lebih banyak galaknya daripada ngajarnya. Jadi keberadaan para guru mengaji menjadi sangat strategis,” ujar Farhan.

Ia menilai, guru mengaji memiliki posisi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Kedekatan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun karakter anak sejak lingkungan terdekat.

“Pendidikan karakter, pendidikan keagamaan mesti mulai dari rumah. Di rumah juga tidak semuanya keluarga ideal. Keberadaan guru ngaji yang hadir di relung-relung kehidupan pribadi ini akan mengisi kekosongan,” katanya.

Karena itu, Farhan berharap, pelatihan yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas peserta. Para guru mengaji diharapkan mampu menjadi pelatih bagi guru lainnya melalui konsep Training of Trainers atau TOT.

“Perluasan. Mudah-mudahan bisa jadi TOT nantinya, training of trainers untuk para guru ngaji,” ujarnya.

Farhan juga menginginkan literasi Al-Qur’an dibangun sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, membaca Al-Qur’an tidak harus dibatasi pada waktu tertentu, tetapi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

“Kalau ngaji mah bisa kapan aja. Jadi justru literasi Al-Qur’an itu tujuannya agar terbiasa membaca Al-Qur’an kapan pun, di mana pun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bandung, Nasrullah Jamaluddin mengatakan, 400 peserta tersebut dibagi dalam empat gelombang dengan masing-masing 100 peserta.

Peserta terdiri atas guru mengaji dan unsur tokoh yang berperan dalam peningkatan pendidikan Al-Qur’an di Kota Bandung. Mereka diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan masing-masing.

“Para peserta diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai penerima materi tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di lingkungan masyarakat masing-masing,” jelas Nasrullah.

Ia mengatakan, program tersebut bertujuan mendukung pemberantasan buta huruf Al-Qur’an secara berkelanjutan, meningkatkan kompetensi guru mengaji, serta memberikan pemahaman mengenai metode literasi membaca Al-Qur’an yang efektif dan mudah diterapkan.

Nasrullah berharap, semakin banyak anak-anak, generasi muda, dan masyarakat Kota Bandung yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sekaligus memahami kandungannya. (Diskominfo Kota Bandung/rka)

Editor: Revo

Berita Terkait