
PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyiapkan Anugerah ASN Berprestasi 2026 untuk mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) yang menghasilkan inovasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Puncak kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober 2026.
Kepala BKPSDM Kota Bandung Evi Hendarin mengatakan, keberlanjutan inovasi menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja ASN. Inovasi diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Yang membanggakan adalah ketika seorang ASN membuat inovasi untuk mengakselerasi berbagai program kegiatan yang ada dalam lingkup tugasnya,” ujar Evi di Kantor BKPSDM Kota Bandung, Senin (19/10/2026).
Ia mencontohkan Buruan Sae yang mendorong pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga serta Kang Pisman yang mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Menurut Evi, kedua inovasi tersebut perlu dijaga keberlanjutannya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Buruan Sae juga telah mendapat perhatian di tingkat internasional melalui apresiasi yang diselenggarakan di Milan, Italia.
“Buruan Sae dan Kang Pisman terus bisa berkelanjutan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengelola kebersihan dan lingkungan agar lebih memberikan dampak untuk ketahanan pangan di Kota Bandung,” katanya.
Untuk mendorong lahirnya inovasi baru, BKPSDM Kota Bandung secara rutin menyelenggarakan penilaian ASN Berprestasi. Pada 2026, program tersebut dikembangkan menjadi dua kategori, yakni ASN Berprestasi dan ASN Teladan.
Kategori ASN Berprestasi ditujukan untuk menjaring talenta terbaik yang mampu menghasilkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah finalis telah terpilih untuk mengikuti penilaian oleh panelis yang direkrut secara khusus dari kalangan akademisi.
Selain memberikan penghargaan, BKPSDM Kota Bandung menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme ASN. Pengembangan kompetensi dilakukan berdasarkan Human Capital Development Plan (HCDP), melalui pembelajaran klasikal atau tatap muka maupun nonklasikal berbasis digital.
Salah satu fasilitas yang digunakan adalah Bandung Learning Center, yang menyediakan learning management system (LMS) berbasis e-learning. Fasilitas ini memungkinkan ASN mengakses materi pembelajaran untuk mendukung pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
BKPSDM juga memperkuat integritas pegawai melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam pembelajaran antikorupsi dasar dan ASN berintegritas. Program tersebut diwajibkan bagi seluruh ASN Kota Bandung berdasarkan arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Dalam pengelolaan kepegawaian, BKPSDM menangani empat aspek utama, yaitu pengadaan, penempatan, pengembangan kompetensi, dan penilaian kinerja. Pengelolaan tersebut didukung Gercep Asik atau Gerbang Cepat Administrasi Sistem Kepegawaian yang terintegrasi dengan berbagai fitur layanan bagi sekitar 22.000 ASN di Kota Bandung.
Evi berharap penguatan kompetensi, integritas, dan budaya inovasi dapat mendorong seluruh ASN memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan pelayanan publik.
“Harapan kita, ASN di Kota Bandung yang jumlahnya sekitar 22.000 itu semuanya memberikan dampak kepada pembangunan, pemberdayaan masyarakat, maupun pelayanan publik yang ada di Kota Bandung,” tuturnya. (Diskominfo Kota Bandung/rka)