Pemkot Bogor Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Rancamaya untuk Akses Pendidikan Warga

Diterbitkan

Rabu, 21 Januari 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bogor

|

Diskominfo Kota Bogor

685 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor mendampingi Kementerian Sosial meninjau lahan calon Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya guna memastikan kesiapan teknis pembangunan fasilitas pendidikan berkapasitas lebih dari Seribu siswa bagi warga, (20/1/2026).

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama jajaran perangkat daerah mendampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, meninjau kontur tanah di area seluas sekitar 5 hektare.

Peninjauan tersebut menjadi tahap awal sebelum penyusunan kajian dan perencanaan konstruksi sekolah yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini Pak Sekjen meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat Kota Bogor. Saya didampingi dinas teknis dan secara teknis sudah berbincang-bincang. Alhamdulillah sudah ada solusi terkait rencana pembangunannya,” ujar Denny.

Robben menjelaskan peninjauan lapangan menjadi bagian dari persiapan lelang pembangunan yang ditargetkan dimulai Juni.

“Hari ini kita memulai langkah awal. Kita melihat, kemudian memulai proses kajian dan menyiapkan perencanaannya. Insyaallah paling lambat Bulan Juni sudah mulai proses lelang, bahkan memulai pekerjaan pertamanya,” jelas Robben.

Robben menegaskan dalam enam bulan ke depan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Pemkot Bogor akan memaksimalkan seluruh tahapan agar pada Juli tahun depan sekolah sudah dapat digunakan oleh anak-anak Kota Bogor yang saat ini bersekolah di Cibinong.

Ia menyampaikan, pembangunan akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan daya tampung minimal 1.000 hingga 1.080 siswa.

Fasilitas yang direncanakan meliputi asrama siswa, ruang kelas, laboratorium, tempat ibadah, lapangan, gedung serbaguna, serta asrama tenaga pendidik dan kependidikan.

“Karena ini bentuknya sekolah boarding. Artinya selama 24 jam proses kehidupan Sekolah Rakyat ini seluruhnya tertampung di sekolah ini. Tidak pulang setiap hari, tetapi menginap di Sekolah Rakyat,” ungkap Robben.

Ia menambahkan, konsep Sekolah Rakyat yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, kebangsaan, dan keagamaan, serta keterampilan bersertifikat yang aplikatif bagi siswa.

“Tentunya keterampilan yang tidak asal dan bersertifikasi,” pungkas Robben. 

Editor: (Diskominfo Kota Bogor/Fau)

Berita Terkait