Pengetahuan Lokal dan Kearifan Budaya Sunda Jadi Inspirasi Pembangunan Berkelanjutan

Diterbitkan

Rabu, 30 September 2026

Penulis

Rep Pun

|

Rep Pun

34 kali

Berita ini dilihat

0 kali

Berita ini dibagikan

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG -  Pengetahuan lokal masyarakat Sunda menyimpan berbagai kearifan yang relevan untuk menjawab tantangan pembangunan masa kini, mulai dari pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, hingga ketahanan pangan.

Hal tersebut disampaikan Ahli Sejarah Monash University Indonesia, Lutfhi Adam, dalam Webinar Maca Babarengan Ensiklopedia Ki Sunda Seri 5 bertema Kehutanan dan Pertanian 25/9/2026.

Dalam pemaparannya, narasumber Lutfhi menjelaskan bahwa Ensiklopedia Ki Sunda menjadi rujukan untuk menggali kembali pengetahuan, filosofi, serta praktik masyarakat Sunda yang dapat dikembangkan dalam konteks kekinian.

“Salah satunya melalui konsep Tritangtu yang memandang manusia, alam, dan kehidupan spiritual sebagai bagian yang saling terhubung," katanya.

Nilai tersebut tercermin pula dalam prinsip silihasih, silihasah, dan silihasuh yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan sesama dan lingkungan.

Kearifan ekologis juga terlihat dalam pembagian kawasan leuweung larangan, leuweung tutupan, dan leuweung baladahan, yang menunjukkan pengelolaan ruang berdasarkan fungsi ekologis. Konsep patanjala turut menegaskan pentingnya menjaga keterhubungan kawasan hulu dan hilir melalui pengelolaan air.

Di bidang pangan, sistem huma, leuit, dan kebun talun menunjukkan pengetahuan masyarakat dalam menjaga kesuburan tanah, menyimpan cadangan pangan, sekaligus mempertahankan keanekaragaman hayati.

Berbagai pengetahuan tersebut dapat dipertemukan dengan sains dan teknologi modern untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam tata ruang, mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan, dan penguatan ketahanan pangan.

Kearifan Sunda pun tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi sumber pengetahuan untuk menjawab tantangan masa kini.

(Rep pun/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait