PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung terus meningkatkan kualitas layanan Instalasi Gawat Darurat RSUD Bandung Kiwari melalui evaluasi pelayanan, penguatan kompetensi tenaga kesehatan, dan penambahan dokter jaga untuk mempercepat penanganan pasien (2/7/2026).
Evaluasi dilakukan terhadap indikator response time dan waktu tunggu pasien sebagai tolok ukur pelayanan kegawatdaruratan yang aman dan berkualitas.
Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Bandung Kiwari Afriani Altis mengatakan, capaian response time Instalasi Gawat Darurat sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai sekitar 99 persen.
“Berdasarkan data Januari hingga Juni 2026, capaian response time IGD telah mencapai sekitar 99 persen. Artinya, hampir seluruh pasien yang datang ke area triase telah mendapatkan penanganan awal dalam waktu maksimal lima menit sesuai standar pelayanan nasional,” ujarnya.
Afriani menjelaskan, rumah sakit masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas ruang triase, ruang observasi, serta ruang rawat inap untuk pasien kasus medis.
Hasil evaluasi juga menunjukkan 69 persen pasien memperoleh pelayanan sesuai standar dengan waktu tunggu maksimal enam jam, sedangkan 31 persen lainnya menunggu lebih dari enam jam.
Menurut Afriani, proses rujukan pasien yang memerlukan layanan lanjutan, termasuk tindakan kateterisasi jantung, turut memengaruhi lamanya waktu tunggu di Instalasi Gawat Darurat.
Direktur RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman mengatakan, rumah sakit memperkuat kualitas pelayanan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan penambahan dokter jaga.
“Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di IGD, RSUD Bandung Kiwari menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai salah satu langkah pembenahan utama. Pelayanan kegawatdaruratan merupakan pelayanan yang dituntut berlangsung cepat sehingga membutuhkan koordinasi yang baik dari seluruh tim,” ujarnya.
RSUD Bandung Kiwari juga akan menyelenggarakan pelatihan sistem triase dan standar pelayanan bagi dokter jaga agar penanganan pasien semakin cepat, efektif, dan berorientasi pada keselamatan.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)