PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pocari Run 2026 menghadirkan sekitar 16.000 peserta dan diproyeksikan menggerakkan pariwisata serta perekonomian Kota Bandung.
Event lari nasional tersebut berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026, dengan mayoritas peserta berasal dari luar Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan peserta dan pendamping berpotensi meningkatkan aktivitas akomodasi, transportasi, kuliner, serta kunjungan destinasi wisata.
“Sejauh ini peserta sudah 16.000 orang. Jadi kalau rata-rata peserta itu membawa tiga orang yang mengiringi, berarti ada dampak yang dilakukan oleh 16.000 orang selama dua hari,” ujar Farhan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Jumat (18/9/2026).
Tingginya jumlah peserta turut mendorong permintaan akomodasi hingga tingkat keterisian hotel di Kota Bandung mencapai 100 persen.
“Okupansi hotel sudah 100 persen. Wali kota saja enggak kebagian, mesti tidur di kantor,” ujar Farhan sambil bergurau.
Menurut Farhan, kegiatan tersebut juga membutuhkan pengaturan mobilitas agar aktivitas peserta tetap berjalan tanpa mengganggu pengguna jalan.
“Tidak ada penutupan jalan sama sekali. Hanya ada pengalihan dan sharing,” katanya.
Kepolisian bertugas mengatur arus lalu lintas, sedangkan Dinas Perhubungan Kota Bandung memberikan dukungan pengaturan kendaraan sepanjang rute.
“Dari kepolisian sudah menyatakan bahwa kalau ada lampu merah, semua ikut berhenti. Pengaturannya diserahkan sepenuhnya pada polisi. Kami dari Pemerintah Kota Bandung akan melakukan backup,” ujarnya.
Pemkot Bandung juga menghadirkan cheering point di wilayah yang dilalui rute sebagai ruang partisipasi masyarakat mendukung peserta.
“Untuk kewilayahan, setiap wilayah yang terlewati oleh jalur lari itu akan ada cheering point, orang-orang bersorak-sorak,” kata Farhan.
Kebersihan rute menjadi tanggung jawab bersama dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta pasukan Gober di setiap wilayah lintasan.
“Untuk kebersihan, 100 persen kebersihan jadi tanggung jawab kita. Enggak hanya Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga seluruh pasukan Gober yang dilewati wilayahnya itu akan ikut membersihkan,” tuturnya.
Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan patroli sejak malam sebelum kegiatan untuk menjaga keamanan sepanjang rute.
Tim kesehatan juga disiagakan di sejumlah titik krusial untuk menangani kebutuhan keselamatan peserta selama perlombaan berlangsung.
“Untuk keamanan, dari sejak malam sebelumnya, Dinas Perhubungan dan Satpol PP akan melakukan patroli di wilayah-wilayah tersebut. Sedangkan untuk keselamatannya, tim kesehatan sudah standby di titik-titik yang sangat krusial,” ujar Farhan.
Pemkot Bandung turut menyiapkan lokasi salat Subuh bagi peserta agar kebutuhan ibadah tetap terakomodasi sebelum perlombaan dimulai.
Peserta Sabtu diarahkan melaksanakan salat Subuh di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukencana, sedangkan peserta Minggu mendapat beberapa titik salat.
“Sedangkan untuk yang lari hari Minggu, masjid atau tempat salat akan mulai disediakan mulai dari Cikapayang sampai ke Cicadas. Ada beberapa titik untuk salat Subuh,” katanya.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)