PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemkot Bandung mematangkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus menargetkan juara umum Porprov dan Peparda 2026.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung Hendy Maulana Yusup menyampaikan kesiapan tersebut dalam Sonata Talkshow (13/8/2026).
Kota Bandung menjadi tuan rumah pendamping Porprov 2026 bersama Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bogor.
Sejumlah cabang olahraga Porprov akan berlangsung di Kota Bandung, termasuk bisbol, sofbol, soft tennis, tenis lapangan, dan woodball.
Pertandingan akan memanfaatkan Lapangan Sofbol Lodaya dan Arcamanik, lapangan tenis Caringin, Taman Maluku, serta fasilitas Universitas Pendidikan Indonesia.
Kota Bandung juga menjadi tuan rumah penuh Peparda 2026 bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan 17 cabang olahraga.
“Pak Wali Kota kebetulan sangat konsen, khususnya di olahraga. Beliau juga sangat konsen sekali kepada kegiatan-kegiatan keolahragaan. Ini merupakan satu bentuk motivasi juga penyemangat bagi para atlet dengan semangat yang sudah ditunjukkan, support yang sudah ditunjukkan oleh Pak Wali Kota dan baik itu dari eksekutif, legislatifnya yang telah dan akan men-supportnya,” ungkap Hendy.
Hendy mengatakan penjaringan atlet telah dilakukan sejak tahap kualifikasi sehingga hampir seluruh cabang olahraga berhasil diloloskan.
“Untuk atlet-atlet baik itu Peparda ataupun Porprov memang sudah dilakukan penjaringannya lama. Alhamdulillah kita dari Kota Bandung hampir untuk Porprov dan Peparda meloloskan seluruh atletnya untuk mengikuti semua cabang yang akan dipertandingkan,” jelasnya.
Para atlet kini menjalani latihan dan pertandingan uji coba untuk mematangkan kesiapan menghadapi kompetisi pada November 2026.
Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan pelayanan terbaik bagi kontingen dari berbagai daerah yang datang bertanding selama pelaksanaan ajang olahraga tersebut.
“Atas semangat Pak Wali Kota, bahwa Kota Bandung harus memberikan dan menyambut tamu-tamu yang akan hadir, tamu-tamu kontingen dari kota, kabupaten se-Jawa Barat dengan yang terbaik yang diberikan. Insyaallah, siap,” ujarnya.
Dukungan masyarakat juga diperlukan untuk memberikan semangat kepada atlet, khususnya ketika pertandingan berlangsung di Kota Bandung.
“Ini merupakan hal yang perlu mendapatkan support bukan hanya dari pemerintah kota, juga tentunya harus mendapatkan support dari masyarakat dengan memberikan dukungan yang penuh, terutama untuk pertandingan-pertandingan yang dilaksanakan di Kota Bandung,” tuturnya.
Kota Bandung menargetkan juara umum dengan memberikan kesempatan setara bagi seluruh cabang olahraga untuk menyumbangkan prestasi.
“Karena targetnya adalah juara umum, tidak ada cabor yang menjadi anak emas. Pak Wali mengharapkan semua cabor memberikan hasil yang maksimal,” tuturnya.
Menurut Hendy, seluruh cabang olahraga yang diikuti Kota Bandung menjadi bagian penting dalam upaya merebut gelar juara umum.
“Semua cabor yang terjun, atletnya dikirimkan untuk mengikuti cabang Porprov dan Peparda itu semuanya adalah cabor unggulan untuk Kota Bandung sehingga bisa merebut juara umum,” katanya.
Dispora Kota Bandung mengutamakan pembinaan atlet asli daerah secara berjenjang dari tingkat junior hingga senior.
“Kota Bandung mengutamakan pembinaan atlet asli daerah dan tidak mengandalkan perekrutan atlet dari kota, kabupaten, ataupun provinsi lain. Karena dengan atlet yang ada saja sekarang, yang berjenjang dari tingkat junior kemudian sampai ke senior masih banyak,” jelasnya.
Pembinaan atlet Porprov dilakukan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung, sedangkan atlet disabilitas Peparda dibina bersama National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).
Persiapan tersebut diharapkan membuat Kota Bandung sukses sebagai tuan rumah sekaligus meraih prestasi melalui atlet daerah.
(Diskominfo Kota Bandung/bhf)