Realisasi Investasi Tembus Rp11 Triliun, Pemkot Bandung Genjot Angkot Listrik hingga Hunian Vertikal

Diterbitkan

Selasa, 23 Juni 2026

Penulis

Diskominfo Kota Bandung

|

Diskominfo Kota Bandung

2,4 rb kali

Berita ini dilihat

3 kali

Berita ini dibagikan

preview hero banner

PORTALJABAR, KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mencatat realisasi investasi sekitar Rp11 triliun pada 2025 dan terus mendorong pengembangan berbagai proyek strategis berbasis investasi, mulai dari angkutan kota listrik, penerangan jalan umum, hunian vertikal, hingga revitalisasi kawasan olahraga sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, Kamis (18/6/2026).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, capaian investasi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk memperluas skema kerja sama dengan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

"Kalau realisasi investasi tahun 2025 sudah mencapai sekitar Rp11 triliun. Sekarang kita sedang mengejar berbagai investasi baru yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pembangunan Kota Bandung," ujar Farhan di Balai Kota Bandung.

Ia menjelaskan, salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah pembangunan sekitar 850 titik penerangan jalan umum (PJU) melalui skema investasi dengan mekanisme buy the service, di mana pihak swasta membangun terlebih dahulu sebelum pemerintah melakukan pembayaran layanan.

Skema tersebut dinilai lebih efisien karena dapat mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa membebani anggaran daerah secara langsung.

Selain itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan transformasi transportasi publik melalui pengembangan angkutan kota berbasis listrik yang diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap transportasi umum.

"Hal yang paling menarik sekarang adalah angkot listrik. Kita ingin masyarakat kembali tertarik menggunakan angkutan umum. Karena itu tampilannya juga harus bagus, nyaman, modern, dan ramah lingkungan," katanya.

Pengembangan transportasi listrik tersebut dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pihak swasta.

Di sektor perumahan, pemerintah mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi keterbatasan lahan perkotaan melalui skema kerja sama pemanfaatan aset pemerintah dan BUMN dengan investor.

Farhan menyebut sejumlah aset, termasuk milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), tengah dipertimbangkan untuk dikembangkan menjadi kawasan hunian.

Selain itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan konsep investasi di sektor olahraga melalui revitalisasi sejumlah fasilitas seperti Bandung Arena, lapangan hoki, hingga kawasan Lodaya untuk mendukung sport tourism.

Farhan juga menyoroti pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang mendorong kebutuhan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Bandung.

Ia menambahkan, izin SPBU baru yang sedang diproses juga diwajibkan menyediakan fasilitas SPKLU sebagai bagian dari dukungan terhadap transisi energi bersih.

"Kalau titiknya terlalu banyak, nilai investasinya justru turun. Maka sekarang kita tata supaya lebih tertib dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik," ujarnya terkait penataan reklame sebagai bagian dari penguatan iklim investasi.

Pemkot Bandung menegaskan bahwa seluruh proyek investasi diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi peningkatan pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat.

(Diskominfo Kota Bandung/bhf)

Editor: Bayu

Berita Terkait